Tim PLN Papua Terang Diserang Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Di Paniai, 5 Orang Terluka
Tim Survey PLN Papua Terang diserang kelompok bersenjata dan warga saat berada di Kampung Bokoa, Kabupaten Paniai, Papua, Senin, 6 Agustus. Akibatnya, sejumlah personel TNI yang melakukan pengawalan terluka, tiga pucuk senjata mereka dirampas.
Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, Tim Papua Terang diserang saat hendak melakukan survey di Distrik Wagemuga Kab. Paniai. “Saat diserang, Tim Survey terdiri dari 17 orang dipimpin Sugiri (koordinator sekaligus pendamping) serta 16 orang pasukan pengamanan dari TNI,” ujarnya.
Tim Survey terdiri dari 3 orang tenaga ahli PLN, 3 orang tenaga sukarela, 11 orang mahasiswa yaitu 4 dari UI dan 7 Universitas Cenderawasih Jayapura.
Kronologisnya, kata Aidi, berawal ketika tim berangkat dari Pelabuhan Bandara Paniai menuju Distrik Wagemuga, dengan menggunakan 2 unit speed boat. “Awalnya tim survei tiba disambut baik oleh masyarakat setempat. Bahkan kegiatan pengambilan gambar dan pelaksanaan pencatatan data elektronik di 7 kampung berjalan baik,” ujarnya.
Saat tim tiba di Kampung Kinau, tiba-tiba dihentikan oleh 3 warga. Mereka meminta tim kembali karena tidak membawa surat izin dari Pemda.
Selanjutnya, anggota TNI yang melaksanakan pengamanan tim, yakni Serma Alpius Gobay berusaha untuk negoisasi dengan ketiga masyarakat tersebut. “Tetapi ketiga orang warga tetap bersikukuh agar tim survei kembali,” ujarnya.
Menghindari benturan dengan warga, tim kembali menuju ke pelabuhan Kampung Muyadebe Distrik Wegemuka. “Saat tiba di Kampung Bokoa, tim dikejar oleh sekitar 50 orang KKSB dan masyarakat dengan membawa sekitar 10 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, parang dan kampak,” ujarnya.
Tidak beberapa lama kemudian, muncul sekitar 30 orang diduga anggota kelompok bersenjata. Selain itu datang puluhan warga yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata laras panjang, panah, kapak. “Mereka mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI,” ujarnya.
Anggota TNI di bawah pimpinan Serma Alfius Gobay berusaha melakukan perlawanan. Namun jumlah yang tidak berimbang membuat kelompok bersenjata berhasil merampas tiga pucuk senjata. Sementara itu, ratusan warga yang mendukung tim survei berdatangan dan mengusir kelompok bersenjata. “Untuk menghindari jatuh korban masyarakat sipil, Serma Alifius Gobay memerintahkan kepada seluruh anggota agar tidak ada yang mengeluarkan tembakan,” ujarnya.
Akibat peristiwa itu, beberapa orang anggota TNI mengalami luka-luka. Di antaranya Serma Alfius Gobay mengalami bibir pecah kena pukulan benda tumpul; Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri kena pukulan balok; Sertu Hardi luka lebam di muka; Kopda Karyadi luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan kena kapak; Prada Irfannudin luka sobek kepala belakang.
Sedangkan tim survei lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai. Sementara korban Kopda Karyadi dan Prada Irfandi mendapat perwatan medis di RSUD Kabupaten Paniai.
Menurut Aidi, tim survei ini bekerja untuk mendukung program pemerintah Papua Terang, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Papua sampai ke pedalaman menikmati penerangan listrik. “Namun sangat disayangkan karena adanya sekelompok orang selalu menghambat proses pembangunan di tanah Papua melakukan tindakan kekerasan dan tidak berprikemanusiaan,” pungkas Aidi.
[Nabire.Net/Bayu]
Tinggalkan Komentar