Tes CPNS Nabire Formasi 2018 Belum Sepenuhnya Akomodir Tenaga Guru di Daerah 3T

Nabire – Pemerintah kabupaten Nabire telah mengumumkan hasil tes CPNS kabupaten Nabire, formasi tahun 2018. Namun hasil tes tersebut dianggap belum memenuhi kebutuhan akan tenaga guru khususnya di daerah-daerah terpencil di kabupaten Nabire.
Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Distrik Napan, kabupaten Nabire, Petrus Marey, S.Pd, kepada Nabire.Net, sabtu siang (22/08).
(Baca Juga : Inilah Hasil Tes CPNS Kabupaten Nabire Formasi Tahun 2018)
Petrus mengatakan, sebagai Kepala Sekolah di daerah 3T (Terdepan Terluar Tertinggal) yang telah bertugas lebih dari 20 tahun, ia menyaksikan sendiri minimnya tenaga pendidik di daerah-daerah tersebut.
Awalnya ia berharap pada seleksi CPNS 2018, kekurangan tenaga pendidik di daerah 3T bisa diakomodir oleh pemerintah daerah, ternyata harapan tersebut sirna.
“Dari pengamatan saya, ada 100 guru SMDH yang mengabdi secara total di daerah 3T, hanya 7 orang saja yang lulus pada tes CPNS 2018 kabupaten Nabire. Dari 7 orang tersebut, 4 orang pada formasi guru SMP dan 3 orang pada formasi guru SD,” ujar Petrus.
Lanjutnya, misalnya di SMP Negeri 1 Napan ada 8 guru honor, hanya 1 orang saja yang lolos, belum lagi di sekolah lain yang berada di daerah 3T lainnya/
“Secara pribadi, ada perasaan malu dan prihatin melihat kondisi ini, terutama terhadap guru-guru saya yang sudah mengabdi dan selalu berada di tempat tugas. Secara batin, saya merasa tertekan. Apalagi penempatan formasi guru CPNS 2018 tidak berdasarkan analisis kebutuhan guru secara khusus di daerah daerah 3T, sebagai contoh penempatan di SMP Negeri 1 Napan dalam hasil CPNS 2018 ada 2 orang guru agama sementara SMP Negeri 1 Napan hanya memiliki 3 rombel sehingga kebuthan guru untuk guru agama kristen cukup 1 orang saja, keluh Petrus.
Petrus menegaskan bahwa hasil tes CPNS 2018 kabupaten Nabire tidak berasaskan keadilan, dimana sebagian besar formasi guru di tempatkan di daerah perkotaan, sementara di daerah daerah 3T masih sangat membutuhkan tenaga guru.
“Oleh karena itu, saya berharap agar bisa dipertimbangkan dengan baik, untuk pemenuhan guru guru secara khusus yang ada di daerah-daerah 3T demi kemajuan pendidikan anak anak Papua yang ada di daerah daerah 3T.” pungkasnya.
[Nabire.Net]


Leave a Reply