Terdampak Konflik Sosial Kapiraya, Ketua Pemuda Kapiraya Desak Tim Harmonisasi Mimika Perhatikan Warganya
Mimika, 27 Maret 2026 – Konflik tapal batas yang terjadi di Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, berdampak pada tiga kampung yakni Kampung Wakia, Kapiraya, dan Wumuka. Saat ini, ketiga kampung tersebut dilaporkan dalam kondisi kosong akibat konflik yang belum terselesaikan.
Ketua Pemuda Kapiraya, Pius Minama, menjelaskan bahwa masyarakat terdampak hingga kini masih menunggu kejelasan dari tim harmonisasi Kabupaten Mimika yang menangani persoalan konflik tapal batas tersebut.
“Kami mempertanyakan kepada tim harmonisasi Kabupaten Mimika yang saat ini menangani persoalan konflik tapal batas. Kami minta penjelasan kepada kami masyarakat yang terdampak konflik tapal batas,” jelas Pius kepada media ini, Jumat (27/3/2026).

Menurut Pius, dampak konflik tapal batas tersebut sangat dirasakan masyarakat karena banyak aktivitas penting di kampung terhenti.
Ia menyebutkan, aktivitas pendidikan, kegiatan keagamaan, serta pembangunan kampung saat ini tidak berjalan akibat situasi konflik yang belum terselesaikan.

“Selain itu, aktivitas masyarakat sehari-hari pun terputus. Untuk itu, kami masyarakat meminta dan berharap bukti nyata realisasi penyelesaian konflik tapal batas, bukan hanya sekadar janji belaka,” tegasnya.
Lebih lanjut, masyarakat terdampak juga memohon perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan masyarakat sehari-hari, terlebih menjelang perayaan Paskah.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan konflik tapal batas tersebut agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal di kampung mereka.
[Nabire.Net/Yosef Doo]


Leave a Reply