Tempat Penyu Bertelur di Makimi Nabire Dijadikan Wisata Konservasi

(Tempat Penyu Bertelur di Makimi Nabire Dijadikan Wisata Konservasi)

Nabire, Penyu liar dari laut kerap kali datang, dan bertelur di sepanjang pantai, sekitar pemukiman warga kampung Makimi. Tempat bertelur Penyu Penyu tersebut, ahirnya di jadikan lokasi wisata konservasi, oleh warga setempat.

Setelah bertelur, Penyu Penyu liar dari laut ini, meninggalkan telur telurnya pada sepanjang pantai. Uniknya area bertelur penyu berada sangat dekat dengan pemukiman warga kampung Makimi.

Untuk menyelamatkan telur telur Penyu dari mangsa predator, dan pemburu ilegal, telur telur tersebut di amankan oleh kelompok konservasi Penyu , warga kampung Makimi dengan cara telur Penyu di pindahkan ke dalam sarang buatan yang telah di siapkan, untuk kemudian akan di tetaskan dengan cara khusus.

Setelah menetas anak penyu atau Tukik ini, di pelihara beberapa saat di dalam penangkaran, menunggu waktu untuk dilepaskan ke laut.

Pelepasan anak anak Penyu di kampung Makimi ini, di kemas dalam bentuk kegiatan iven wisata konservasi.

Warga berdatangan dari kota Nabire dan sekitarnya, guna melihat secara langsung, dan ikut melepaskan anak anak penyu.

Untuk melepaskan anak Penyu, atau Tukik ke laut, para pengunjung di tarik biaya sebesar dua puluh ribu rupiah, per ekor anak Penyu.

Biaya tersebut di gunakan oleh kelompok konservasi, untuk membiyayai upaya penyelamatan perkembang biakan Penyu, di kampung Makimi Nabire.

Iven wisata konservasi pelepasan anak Penyu ini, di sesuaikan dengan waktu musim bertelur dan menetasnya telur Penyu, anak Penyu yang di lepaskan dalam iven tersebut mencapai jumlah hingga ratusan ekor.

Sejak di bukanya konservasi Penyu tahun dua ribu empat belas lalu, kelompok warga konservasi di kampung Makimi, telah menyelamatkan ratusan butir telur dan anak Penyu yang di lepaskan ke laut.

sayangnya belakangan ini warga menjadi kecewa karena sejak di resmikan oleh bupati nabire, pemerintah daerah setempat di anggap telah bersikap acuh, terhadap kegiatan wisata konservasi ini.

salah seorang anggota kelompok konservasi Penyu, kampung makimi, Yunus Manase berharap ,pemerintah tidak lupa, dan dapat membantu menunjang pengembangan kegiatan konservasi tersebut.

Gerakan konservasi Penyu oleh warga ini, berada di bawah binaan bidang konservasi kelautan, dinas perikanan Nabire.

Kepala bidang Konservasi laut dinas perikanan Mery mengatakan, pihaknya belum dapat berbuat banyak, guna mendukung kegiatan wargadi kampung Makimi, karena keterbatasan faktor pembiyayaan.

Selain melindungi perkembang biakan Penyu dari para pemburu ilegal, dan predator  pemakan anak penyu, kegiatan wisata konservasi Penyu ini, menjadi penghasilan tambahan, bagi peningkatan ekonomi warga kampung Makimi.

[Nabire.Net/Reyner Windesi]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *