TEKNOLOGI
Home » Blog » NextDev ke-12 Resmi Dibuka, Telkomsel Dorong Inovasi AI Startup Indonesia

NextDev ke-12 Resmi Dibuka, Telkomsel Dorong Inovasi AI Startup Indonesia

(NextDev ke-12 Resmi Dibuka, Telkomsel Dorong Inovasi AI Startup Indonesia)
(NextDev ke-12 Resmi Dibuka, Telkomsel Dorong Inovasi AI Startup Indonesia)

Jayapura, Telkomsel kembali membuka program NextDev ke-12 untuk mendukung technopreneur Indonesia yang mengembangkan inovasi digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pendaftaran program inkubasi bisnis berdampak sosial ini berlangsung mulai 8 Oktober hingga 9 November 2026.

Mengusung tema “AI-Powered Innovations”, NextDev tahun ini memprioritaskan perusahaan rintisan dan technopreneur yang telah memanfaatkan atau sedang mengeksplorasi teknologi AI untuk menghasilkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan. Program ini juga diarahkan untuk membantu peserta memperkuat fondasi bisnis agar inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan NextDev menjadi ruang bagi technopreneur untuk membuktikan bahwa teknologi dapat digunakan untuk menjawab berbagai persoalan nyata.

“Sebagai impact incubator, NextDev akan mendampingi mereka memperkuat teknologi, bisnis, dan dampak, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel,” ujar Fahmi.

Menurutnya, program tanggung jawab sosial perusahaan tersebut merupakan bagian dari upaya Telkomsel mendorong penguatan para pendiri perusahaan rintisan dan pengembangan solusi digital yang dapat mendukung kemajuan Indonesia.

Pendanaan Startup Menurun, AI Jadi Fokus Pengembangan

Penguatan technopreneur lokal menjadi perhatian di tengah tantangan pendanaan perusahaan rintisan digital. Berdasarkan data yang disampaikan dalam keterangan program, pendanaan startup di Indonesia tercatat menurun 94,8 persen sepanjang 2021–2025. Sementara itu, Indonesia baru memperoleh sekitar 4 persen dari total pendanaan AI di Asia Tenggara.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan inovasi yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga memiliki model bisnis yang kuat, memahami kebutuhan pasar, dan mampu memberikan dampak nyata.

Melalui NextDev, Telkomsel ingin membantu technopreneur mengembangkan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan pengguna sekaligus memiliki peluang untuk bertumbuh secara berkelanjutan.

Seleksi Berjenjang hingga Peluang Kolaborasi Bisnis

NextDev ke-12 akan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni Scouting, Academy, dan Summit.

Pada tahap awal, peserta akan dikurasi berdasarkan sejumlah aspek, termasuk performa bisnis, dampak yang dihasilkan, keunikan inovasi, serta kualitas dan kesiapan technopreneur. Sebanyak 20 peserta terpilih akan menjalani proses validasi dan presentasi atau pitching untuk menentukan 10 peserta yang melanjutkan ke NextDev Academy.

Dalam tahap Academy, peserta akan memperoleh pendampingan dari mentor di bidang teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas. Pendampingan ini bertujuan membantu peserta memvalidasi kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan pemanfaatan AI.

Sepuluh technopreneur terbaik juga berkesempatan menjajaki kolaborasi dengan unit bisnis terkait di Telkomsel. Bentuknya dapat mencakup identifikasi kebutuhan, pengembangan dan pengujian solusi, hingga peluang integrasi atau komersialisasi sesuai kesiapan dan relevansi masing-masing inovasi.

Perkembangan peserta beserta bukti dampak yang dihasilkan nantinya akan dipresentasikan dalam NextDev Summit pada 2027.

Alumni Dorong Technopreneur Daerah Berani Berinovasi

Pengalaman mengikuti NextDev juga dirasakan oleh Syekh A. Ageng, Founder & Director Luarkampus.id sekaligus Best Technopreneur NextDev ke-10.

Ia menilai program tersebut memberikan kesempatan bagi technopreneur untuk menguji solusi, memperkuat bisnis, serta memperluas jaringan melalui interaksi dengan mentor dan pelaku industri.

Berangkat dari Pontianak, Ageng merasakan manfaat berupa bertambahnya koneksi, wawasan mengenai AI, dan peluang pengembangan usaha.

Ia pun mendorong technopreneur dari berbagai daerah agar tidak menunggu produknya sempurna sebelum mengikuti program inkubasi.

“Jangan tunggu semuanya sempurna, karena proses inilah yang bisa membantu kita membangun inovasi yang semakin jitu dan berdampak,” kata Ageng.

Selain program inkubasi, NextDev tahun ini menghadirkan Pitching Battle dalam rangkaian roadshow di Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada technopreneur lokal yang lolos kurasi awal untuk mempresentasikan solusi di hadapan panel juri sekaligus memperoleh masukan dan eksposur.

Telah Menginkubasi 162 Perusahaan Digital

Dalam 11 penyelenggaraan sebelumnya, NextDev telah menginkubasi 162 perusahaan digital dari total 6.798 pendaftar. Program ini juga didukung oleh 2.316 ahli dan mentor.

Para alumninya mengembangkan inovasi di berbagai bidang, antara lain pertanian, pendidikan, investasi, mobilitas listrik, efisiensi energi, dan gim digital. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi digital yang dapat menjangkau beragam kebutuhan masyarakat.

Technopreneur dari seluruh Indonesia yang memiliki solusi digital dengan masalah yang jelas, potensi dampak, keunikan inovasi, dan fondasi bisnis yang kuat dapat mendaftarkan diri mulai 8 Oktober hingga 9 November 2026 melalui laman resmi pendaftaran NextDev.

Informasi mengenai persyaratan dan proses pendaftaran dapat diakses melalui kanal resmi Telkomsel dan NextDev.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.