Tegaskan Status Adat, Melkias Keiya: Kepala Suku Besar Meepago Berbeda dengan Dewan Adat Papua Tengah
Nabire, 21 Desember 2025 – Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, menegaskan bahwa jabatan yang diembannya berbeda dan tidak sama dengan jabatan Kepala Suku Besar Dewan Adat Provinsi Papua Tengah.
Melkias Keiya menjelaskan, dirinya diangkat sebagai Kepala Suku Besar Wilayah Meepago melalui mekanisme adat, dipilih dan diutus langsung oleh rakyat berdasarkan nilai-nilai adat istiadat yang hidup, dijunjung tinggi, serta dihormati oleh masyarakat Meepago, dan atas kehendak Tuhan Ugatame.
“Saya dipilih, diutus, dan diangkat oleh rakyat melalui mekanisme adat. Jabatan ini lahir dari nilai-nilai adat Meepago dan kehendak Tuhan Ugatame,” tegas Melkias Keiya.
Sementara itu, jabatan Kepala Suku Besar Dewan Adat Provinsi Papua Tengah, menurutnya, memiliki dasar dan mekanisme yang berbeda, karena dipilih dan diangkat oleh Gubernur Provinsi Papua Tengah melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
“Dengan demikian, dasar, mekanisme pengangkatan, serta kewenangan kedua jabatan ini tidaklah sama,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Melkias Keiya juga mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Meepago, Provinsi Papua Tengah, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026.
Ia mengajak masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, menjauhi minuman keras, kekerasan, serta segala tindakan yang dapat mengganggu ketenangan dan kedamaian bersama.
“Marilah kita saling menghormati antar sesama warga demi terciptanya suasana damai dan aman di tanah Meepago,” ujarnya.
Mengakhiri pernyataannya, Melkias Keiya menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh masyarakat Meepago.
“Atas nama pribadi dan sebagai Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, saya mengucapkan Selamat Natal 2025. Kiranya damai sejahtera Kristus memenuhi hati, keluarga, dan seluruh tanah Meepago. Selamat menyongsong Tahun Baru 2026, mari kita jemput dengan damai, aman, rukun, dan penuh pengharapan demi terwujudnya masyarakat Meepago yang sejahtera dan bermartabat di Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar