INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Stand Deiyai Curi Perhatian Pengunjung di Festival TIFA Timika 2026

Stand Deiyai Curi Perhatian Pengunjung di Festival TIFA Timika 2026

(Stand Deiyai Curi Perhatian Pengunjung di Festival TIFA Timika 2026)
(Stand Deiyai Curi Perhatian Pengunjung di Festival TIFA Timika 2026)

Mimika, 3 Juli 2026 – Ada pemandangan menarik di ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026. Di antara puluhan stan peserta dari berbagai daerah, stan Kabupaten Deiyai menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi masyarakat. Produk-produk khas yang dibawa tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga banyak dibeli oleh para pengunjung.

Keikutsertaan Kabupaten Deiyai dalam Festival TIFA yang digelar di halaman Gedung Eme Neme Yauware sejak Kamis (2/7/2026) dipimpin oleh Dekranasda Kabupaten Deiyai bersama Bagian Perekonomian Daerah (Perekda) Setda Deiyai serta TP PKK Kabupaten Deiyai.

Keunikan yang ditawarkan bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan identitas budaya yang diwujudkan melalui berbagai produk UMKM asli Deiyai. Mulai dari berbagai jenis noken dengan motif khas, topi, pakaian hasil anyaman mama-mama Papua, aneka perhiasan seperti gelang dan anting-anting, hingga produk olahan pangan lokal.

Salah satu yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah keripik Nota (ubi), keripik Nomo (keladi), sari buah terong Belanda (emo buwaa), sari buah merah, sari jahe, serta berbagai hasil olahan lokal lainnya yang menjadi favorit selama pameran berlangsung.

Ketua Dekranasda Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, mengatakan kehadiran mereka di Festival TIFA merupakan kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk UMKM yang benar-benar berasal dari Deiyai.

“Kita hadir Festival TIFA Mimika yang kedua. Kami pasarkan UMKM yang benar-benar asli dari Kabupaten Deiyai,” ujarnya saat ditemui di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya masyarakat lokal yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar.

“Kita Deiyai tetap dengan produk unggulan lokal asli Deiyai,” katanya.

Selain bazar UMKM, Deiyai juga ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan Festival TIFA melalui peserta Fashion Show yang tampil pada tiga kategori, yakni Papua Culture Week, Family Fashion Show, dan Papua Plus Size.

Partisipasi tersebut menjadi bentuk promosi budaya sekaligus memperkenalkan kreativitas masyarakat Deiyai kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah.

Fransina mengajak masyarakat Timika dan seluruh pengunjung Festival TIFA untuk datang mengunjungi stan Deiyai. Menurutnya, masih banyak produk kerajinan berkualitas yang layak dikenal lebih luas karena dibuat langsung oleh mama-mama Deiyai dengan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme pengunjung terlihat cukup tinggi. Banyak warga berhenti untuk melihat berbagai koleksi noken bermotif khas, mencicipi produk olahan pangan lokal, hingga membeli kerajinan sebagai oleh-oleh.

Ramainya pengunjung menjadi bukti bahwa produk UMKM Deiyai memiliki daya saing dan mampu menarik minat pasar. Festival TIFA pun menjadi panggung penting bagi Deiyai untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat Papua maupun wisatawan yang hadir.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.