INFO NABIRE
Home » Blog » KPA Nabire Mulai Sosialisasi HIV/AIDS di Kalibobo, Libatkan Pemuda Gereja dan Masjid

KPA Nabire Mulai Sosialisasi HIV/AIDS di Kalibobo, Libatkan Pemuda Gereja dan Masjid

(KPA Nabire Mulai Sosialisasi HIV/AIDS di Kalibobo, Libatkan Pemuda Gereja dan Masjid)
(KPA Nabire Mulai Sosialisasi HIV/AIDS di Kalibobo, Libatkan Pemuda Gereja dan Masjid)

Nabire, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Nabire mulai memperkuat upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kalibobo menjadi lokasi pertama pelaksanaan sosialisasi tahun ini, menyusul kondisi wilayah yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi dan membutuhkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di Aula TK Silo, Kalibobo, Senin (2/11/2026), dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ketua KPA Kabupaten Nabire, Yonni Lamech Jimclif Niwari, mengatakan pemilihan Kalibobo sebagai lokasi awal bukan tanpa alasan. Selain jumlah penduduk yang relatif padat, wilayah tersebut juga menjadi tempat tinggal masyarakat dengan latar belakang administrasi kependudukan yang beragam, termasuk warga yang status administrasinya belum jelas.

Menurut Yonni, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi KPA untuk memperluas penyampaian informasi mengenai pencegahan HIV/AIDS secara langsung kepada masyarakat.

Libatkan Pemuda sebagai Agen Edukasi

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah mendorong keterlibatan organisasi kemasyarakatan, terutama kelompok pemuda, sebagai mitra dalam menyampaikan edukasi kesehatan.

KPA Nabire berharap Karang Taruna, pemuda gereja, dan pemuda masjid dapat mengambil peran lebih aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya penularan HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya.

Yonni menilai, keterlibatan kelompok pemuda memiliki peran strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan lingkungan sosial masing-masing. Dengan demikian, informasi kesehatan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diteruskan secara berkelanjutan kepada masyarakat.

“Dalam sosialisasi ini, KPA memperkuat lembaga masyarakat dan menyasar pemuda. Harapannya, Karang Taruna, pemuda gereja, dan pemuda masjid ke depan dapat terus menyosialisasikan pencegahan HIV/AIDS kepada warga di sekitar Distrik Nabire Kota,” ujar Yonni.

Penanggulangan HIV/AIDS Butuh Kolaborasi

Lebih lanjut, Yonni menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan ataupun KPA. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar upaya pencegahan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.

Ia menjelaskan, KPA Kabupaten Nabire memiliki peran utama dalam mengoordinasikan berbagai pihak serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sementara itu, aspek teknis terkait penjelasan medis, penanganan pasien, hingga pengobatan merupakan kewenangan instansi teknis, khususnya Dinas Kesehatan.

“Masalah HIV/AIDS bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. KPA Kabupaten Nabire sebagai leading sector harus mampu menjalankan fungsi koordinasi dan kolaborasi,” katanya.

Pembagian peran tersebut dinilai penting agar upaya penanggulangan HIV/AIDS dapat berjalan lebih terarah, mulai dari edukasi masyarakat, pencegahan penularan, pemeriksaan kesehatan, hingga penanganan medis.

Kesadaran Pemeriksaan Dini Perlu Ditingkatkan

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan informasi mengenai PIMS. Kedua materi disampaikan secara bersamaan agar peserta memahami keterkaitan antara infeksi menular seksual dan risiko penularan HIV.

Yonni menilai, peningkatan pengetahuan masyarakat harus berjalan seiring dengan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini. Sebab, pemahaman mengenai risiko penularan saja belum cukup apabila tidak diikuti tindakan pencegahan dan pemeriksaan yang tepat.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk memeriksakan status kesehatannya. Karena itu, edukasi secara berkelanjutan diperlukan agar masyarakat tidak ragu mencari informasi kesehatan dan memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia.

Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini diharapkan dapat membantu mengurangi kesalahpahaman mengenai HIV/AIDS, meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan, sekaligus mendorong pemahaman bahwa pemeriksaan dan penanganan medis merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.

Sosialisasi Perdana KPA Nabire Tahun Ini

Yonni mengapresiasi partisipasi peserta yang dinilai cukup aktif selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, antusiasme tersebut terlihat dari keterlibatan peserta dalam diskusi dan respons terhadap materi yang disampaikan sejak awal hingga berakhirnya kegiatan.

Ia menjelaskan, sosialisasi di Kalibobo merupakan kegiatan perdana KPA Kabupaten Nabire pada tahun 2026 setelah sebelumnya dilaksanakan rapat koordinasi lintas sektor.

Ke depan, KPA Nabire berharap kerja sama dengan organisasi kepemudaan, lembaga keagamaan, dan berbagai unsur masyarakat dapat terus diperkuat.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, upaya pencegahan HIV/AIDS dan PIMS diharapkan tidak hanya terpusat pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan edukasi masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Nabire.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.