Siswa Difabel Deki Degei Pimpin Upacara Hardiknas, Curi Perhatian Publik
Nabire, 3 Mei 2026 – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Nabire berlangsung penuh haru sekaligus menginspirasi. Momentum ini menjadi panggung nyata bagi semangat pendidikan inklusif di Tanah Papua.
Sosok yang mencuri perhatian adalah Deki Degei, seorang siswa dengan keterbatasan fisik yang dipercaya memimpin jalannya upacara. Dengan langkah tegap dan suara lantang, Deki menjalankan tugasnya sebagai pemimpin upacara di hadapan guru, siswa, serta tamu undangan. Penampilannya menjadi simbol kuat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.
Kepala SLB Nabire, Yosafat Nawipa, S.Pd, menegaskan bahwa kepercayaan kepada Deki merupakan wujud nyata nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara, yang menekankan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan kesempatan yang setara.
“Keterbatasan fisik bukan halangan untuk memimpin. Deki telah membuktikan bahwa tekad dan semangat mampu mengalahkan segala rintangan. Ini adalah pesan penting Hardiknas tahun ini,” ujar Yosafat.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menunjukkan komitmennya dengan meresmikan SLB Pembina di Nabire sebagai langkah konkret memperkuat pendidikan inklusif di daerah. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam memastikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, turut memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya pengembangan pendidikan, termasuk program sekolah gratis yang terus didorong untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dalam amanat upacara, pembina mengajak seluruh peserta untuk terus memperjuangkan pendidikan inklusif. “Dari SLB Nabire, kita belajar bahwa pendidikan tidak mengenal kata cacat. Yang ada hanyalah semangat yang hadir dengan cara berbeda,” tegasnya.
Upacara ditutup dengan persembahan tarian dan puisi dari siswa-siswi SLB, disertai yel-yel penuh semangat: “Pendidikan untuk Semua, Dari Papua untuk Indonesia.” Suasana haru dan bangga menyatu, meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya kesetaraan dalam dunia pendidikan.
[Nabire.Net/Jeri P. Degei]


Leave a Reply