Sesalkan Judul Pemberitaan Salah Satu Media, Kapolres Nabire Minta Klarifikasi
(Kapolres Nabire bersama sejumlah wartawan di ruang kerja Kapolres Nabire)
Bertempat di ruang kerja Kapolres Nabire, rabu 25 januari 2017, dilakukan jumpa pers antara Kapolres Nabire dengan sejumlah wartawan yang ada di Nabire guna membahas pemberitaan yang dimuat oleh salah satu media di Papua dengan judul “Pimpinan Gereja Keuskupan Timika Sebut Kapolres Nabire Aibon” yang dimuat pada tanggal 24 januari 2017.
Dalam jumpa pers tersebut, Kapolres Semmy Thabaa menjelaskan, dirinya sangat menyesalkan judul pemberitaan yang menurutnya telah mengabaikan etika jurnalistik dengan menyebutkan nama Kapolres, apalagi ucapan tersebut keluar dari seorang Pastor yang seharusnya fokus mengurus gereja dan umat.
Lebih lanjut Kapolres Semmy Thabaa mengatakan, dasar pernyataan tersebut dari mana, dan konten berita dengan judul tidak ada korelasinya, sehingga dirinya meminta Pemimpin Redaksi media tersebut untuk membuat klarifikasi terkait judul berita yang dimuat.
“Bicara soal kapolres aibon, masa judulnya lain dengan isinya, lalu kapan kapolres pakei aibon, dimana pakai aibon lalu kapolres melakukan hal-hal negative seperti apa saja ? tegas Semmy Thabaa kepada wartawan.
Kapolres Semmy Thabaa merasa sangat terganggu akan hal tersebut dan menunggu media bersangkutan untuk segera memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang dimuat.
“Saya berharap persoalan yang mau disampaikan seperti kejadian di Paniai, gereja Katolik di Pugo, atau meninggalnya OAP di periode agustus sampai dengan juli 2016 lalu di Dogiyai itu, mari kita klarifikasi atau mencari informasi dan sumber yang benar sehingga tidak menimbulkan opini, apalagi menjelekan institusi Polri dalam hal ini Polres Nabire”, pungkas Kapolres Nabire.
[Nabire.Net]



ibra
Setelah klarifikasi ungkapan aibon, selanjutnya anak buah yg bikin onar dan kapolres yg memerintahkannya pun harus diklarifikasi. Bila perlu melalui proses hukum.
ibra
Kapolres macam apa ini? Sedikit pelecehan nama sj, disikapi lebih bermasalah, sedangkan kelakuan brutal anak buahnya tidak dianggap masalah? Memangnya kapolres ko brpikir dirimu lebih manusiawi, sedangkan masyarakat yg engko layani tu trada harga diri ka?
Trus, Pastor disuru layani Gereja dan umatnya sj,kapolres ko pikir masyarakat di jln itu bukan anggota umat gereja ka? Bertindak irasional itulah mengapa pimpinan gereja bilang jgn bertindak sperti aibon.