Sidak RSUD, Sekda Nabire Minta Penjaga Pasien Dibatasi Maksimal Dua Orang
Nabire, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, menyoroti ketertiban pengunjung dan penggunaan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Hal tersebut menjadi perhatian setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Minggu malam (11/10/2026).
Dalam sidak tersebut, Yulianus menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi, termasuk pembatasan jumlah keluarga yang mendampingi pasien serta lorong rumah sakit yang digunakan sebagai tempat tidur.
Ia menyampaikan hasil pengamatannya melalui sambungan telepon seluler pada Senin (12/10/2026).
Penjaga Pasien Diminta Maksimal Dua Orang
Yulianus menegaskan bahwa jumlah keluarga yang menjaga pasien perlu dibatasi agar lingkungan rumah sakit tetap tertib dan aktivitas pelayanan kesehatan tidak terganggu.
Ia meminta setiap pasien didampingi maksimal dua orang keluarga selama menjalani perawatan.
“Pengunjung, terutama keluarga pasien yang menjaga, harus dibatasi. Maksimal dua orang yang berjaga agar pelayanan tetap tertib,” ujar Yulianus.
Menurutnya, kepatuhan pengunjung terhadap aturan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana rumah sakit yang kondusif.
Kepadatan pengunjung perlu dikelola dengan baik agar pasien dapat memperoleh pelayanan secara optimal, sementara tenaga kesehatan bisa menjalankan tugasnya tanpa hambatan yang tidak perlu.
Lorong Rumah Sakit Perlu Ditata
Selain jumlah penjaga pasien, Yulianus juga menyoroti lorong rumah sakit yang dimanfaatkan keluarga pasien untuk tidur atau beristirahat.
Ia menilai penggunaan area tersebut perlu ditertibkan agar lorong tetap berfungsi sesuai peruntukannya.
Lorong merupakan bagian dari fasilitas rumah sakit yang menunjang mobilitas pasien, tenaga medis, dan kebutuhan operasional lainnya. Karena itu, pemanfaatannya perlu diperhatikan supaya tidak mengganggu aktivitas pelayanan.
Pembenahan fasilitas dan kedisiplinan pengunjung diharapkan dapat menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Pengunjung Diminta Menjaga Ketertiban
Yulianus mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas rumah sakit. Keluarga pasien dan pengunjung juga harus berperan menjaga ketertiban lingkungan.
Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak merokok di sepanjang jalan menuju pintu masuk rumah sakit.
Menurutnya, kesadaran bersama diperlukan untuk menjaga RSUD Nabire tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi pasien maupun masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.
Melalui pembenahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap pelayanan di RSUD Nabire dapat berlangsung lebih tertib dan optimal. Kepatuhan pengunjung terhadap aturan menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar