RSUD Nabire Terus Lakukan Terobosan Optimalkan Pelayanan Kesehatan

Nabire – Sebagai Rumah Sakit rujukan regional, BLUD RSUD Nabire terus menerima dan melayani pasien dari 10 kabupaten sekitar seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya (4 kabupaten regional sesuai pergub no 9 tahun 2018) di tambah Puncak Jaya, Waropen, Teluk Wondama, Kaimana dan kabupaten Kepulauan Yapen.
Sejak berhentinya jaminan Kartu Papua Sehat ( KPS ) ditambah defisitnya BPJS Kesehatan, pelayanan di BLUD RSUD Nabire menjadi cukup berat karena sumber pembiayaan berkurang.
Sebagian besar pasien ( 60-75% dari 50.000-60.000 pasien ) yang berobat menggunakan jaminan Kartu Papua Sehat alias gratis sehingga BLUD RSUD Nabire dan Pemerintah Daerah terbeban untuk menanggung semua obat-obatan, reagen, bahan habis pakai, makanan dan lain sebagainya untuk melayani pasien sebayak itu.
Optimisme Direktur RSUD Nabire
Meskipun ditengah kondisi seperti itu, sejak dipercaya menjadi Direktur BLUD RSUD Nabire pada Juli 2019, dr. Andreas Pekey, Sp.PD melakukan berbagai terobosan yaitu memaksimalkan pendapatan sektor swasta, menjaga kestabilan pelayanan tetap, menaikan type BLUD RSUD menjadi tipe C yang sebelumnya sempat turun ke tipe D, membayar utang-utang RS terkait pelayanan selama tahun 2019 akibat tidak adanya KPS dan defisitnya BPJS, menaikan pendapatan honor tenaga sukarela (magang).
Mengingat tidak adanya KPS maka mulai tahun 2020, BLUD RSUD Nabire mengharuskan semua pasien menggunakan BPJS Kesehatan (JKN-KIS) agar dapat berobat gratis.
Diluar BPJS Kesehatan (JKN-KIS), maka pasien akan dikenakan tarif berobat. di luar BPJS dan atau KIS akan di kenakan tarif.
Kedua, diharapkan perhatian Pemda provinsi untuk membantu mengurangi beban BLUD RSUD Nabire sebagai rujukan regional sesuai pergub no 9 tahun 2018 karena RS Nabire tidak hanya melayani masyarakat Nabire saja.
Ketiga, meminta perhatian dari kabupaten sekitar yang masyarakatnya dilayani oleh BLUD RSUD Nabire. Semua ini agar pelayanan baik ketrsediaan obat-obatan dan lainya dapat berjalan dengan baik.
Profil Singkat Direktur RSUD Nabire
dr. Andreas Pekey,Sp.PD
Organisasi :
1. Pengurus Osis SMP N 3 Nabire (1998)
2. Pengurus Osis SMU N 1 Nabire ( 2000 )
3. Anggota pencak silat PSHT ( 2000-Sekarang )
4. Ketua Senat Fakultas Kedokteran Uncen ( 2003-2006)
5. Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa ( MPM ) Fakultas Kedokteran Uncen ( 2007-2008)
6. Anggota Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) 2010-Sekarang.
7. Pengurus Kerukunan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam ( PPDS IPD ) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ( 2014)
8. Anggota Ikatan Alumni FKUI / Universitas Indonesia ( 2017-Sekarang )
9. Ketua umum alumni Kedokteran Fakultas Kedokteran Uncen ( 2018-sekarang)
Riwayat pekerjaan :
1. Honorer Dokter umum RSUD Nabire ( 2010)
2. Tenaga Magang RSUD Dok 2 Jayapura ( Oktober 2010- Februari 2011)
3. Dokter PPDS IPD RSCM FKUI ( 2011-2017)
4. Dokter ahli Penyakit Dalam ASN BLUD RSUD Nabire ( 2017- Sekarang )
5. Direktur BLUD RSUD Nabire (2019-Sekarang).
*Penulis, dr. Andreas Pekey,Sp.PD
[Nabire.Net]


Leave a Reply