Rektor STMIK Pesat Nabire: Lulusan Harus Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
Nabire, 11 April 2026 – Rektor (Ketua) STMIK Pesat Nabire, Gunawan Prayitno, M.Kom, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan wisuda yang berhasil meluluskan 22 mahasiswa.
Meski jumlah wisudawan relatif sedikit, pihak kampus menilai capaian tersebut memiliki makna yang sangat besar. Setiap lulusan dianggap sebagai individu yang telah melalui berbagai tantangan, keterbatasan, serta dinamika kehidupan akademik, mulai dari proses pembelajaran, ujian, hingga praktik.
“Bagi kami, setiap lulusan adalah berharga. Setiap nama yang disebut hari ini adalah kebanggaan,” ujarnya.
Atas nama pimpinan STMIK Pesat Nabire, ia juga menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan studi mereka.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa perjuangan yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang membanggakan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tahap kehidupan yang baru.
Ia menambahkan, gelar akademik yang diraih bukan sekadar pengakuan formal, tetapi juga amanah yang harus dijaga, baik secara moral, intelektual, sosial, maupun profesional.
Karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada rasa bangga semata, melainkan menjadikan kelulusan sebagai pintu untuk berkarya lebih luas dan mengabdi kepada masyarakat.
“Dunia tidak cukup dihadapi hanya dengan ijazah. Dibutuhkan kejujuran, disiplin, kemampuan beradaptasi, ketangguhan, serta semangat untuk terus belajar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap lulusan STMIK Pesat Nabire tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, dan komitmen dalam bekerja secara profesional.
Pihak kampus juga menegaskan bahwa pendidikan tinggi di Papua, khususnya Papua Tengah, harus memiliki makna yang lebih besar, yaitu melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter, berdaya saing, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pendidikan tinggi diharapkan menjadi sarana pemberdayaan, pembentukan kepemimpinan, serta bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Kami tidak ingin lulusan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, lulusan diharapkan hadir sebagai pemecah masalah, tenaga profesional, penggerak, serta pencipta peluang yang mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan yang lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen STMIK Pesat Nabire untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkualitas, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dalam pembangunan pendidikan di tanah Papua.
“Kami percaya masa depan Papua Tengah harus dibangun dengan sumber daya manusia yang unggul, dan perguruan tinggi menjadi salah satu pilar utamanya,” katanya.
Ke depan, STMIK Pesat Nabire akan terus berupaya meningkatkan mutu akademik, memperkuat tata kelola, meningkatkan pelayanan, serta membangun budaya akademik yang sehat dan relevan dengan perkembangan zaman.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan wisuda tersebut.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Leave a Reply