INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Ratusan Warga Gelar Aksi Tolak Militer Non-Organik di Paniai

Ratusan Warga Gelar Aksi Tolak Militer Non-Organik di Paniai

Paniai, 14 November 2025 – Koalisi Masyarakat Anti Militerisme (KOMAM) Paniai menyatakan penolakan tegas terhadap kehadiran pasukan TNI non-organik di Tanah Papua, khususnya di wilayah adat mereka.

Sejak pagi, ratusan massa aksi bergerak melakukan long march menuju Kantor DPRP dan Kantor Bupati Paniai untuk menyampaikan tuntutan utama, yakni penarikan pasukan militer dari Tanah Papua, terutama dari wilayah Wedaumamo.

Para tokoh adat menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi politik kepada masyarakat kampung. Mereka menegaskan bahwa rakyat memiliki hak politik untuk bersuara dan menyatakan sikap demi mempertahankan tanah serta kehidupan mereka.

Berikut tuntutan Koalisi Masyarakat Anti Militerisme (KOMAM Paniai):

  1. Menolak dengan tegas masuknya TNI/Polri non-organik di Distrik Kebo dan Yagai.

  2. Menolak keberadaan militer non-organik di Paniai dan meminta segera ditarik ke Jakarta.

  3. Mendesak negara menarik Marinir dari Ekadide, Addadie serta menolak masuknya militer ke Kebo, Yagai, dan seluruh pelosok Paniai.

  4. Mengutuk dan menolak pembangunan pos-pos militer di Ekadide, Agadide, Kebo, Yagai, dan seluruh Paniai.

  5. Menolak rencana pemukiman militer non-organik di seluruh pelosok Paniai dan Papua.

  6. Mendesak pemerintah daerah agar memperhatikan tuntutan masyarakat.

  7. Menuntut pemerintah Indonesia mencabut surat perintah penugasan militer non-organik di Paniai dan Papua.

  8. Menolak Undang-Undang Fungsi Militer di Ruang Publik.

  9. Mendesak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Pertahanan menarik militer organik dan non-organik dari seluruh wilayah Enarotali, Paniai, dan Papua.

  10. Meminta pemerintah Indonesia menarik seluruh pasukan TNI/Polri organik maupun non-organik dari Paniai dan seluruh Tanah Papua.

Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan wilayah adat dan hak-hak dasar mereka di Tanah Papua.

[Nabire.Net/M.Goo]

Post Related

Leave a Reply

  • Syamsuddin
    15 November, 2025 20:32 at 20:32

    Bagus…!!
    Tiidak perlu ada Militer Non-organik di Papua bila perlu…dg Syarat mereka yg mekakukan demo dan tuntutan ini bisa menjamin keamanan wilayah bersama satuan irganiik setempat..dan juga Pemda setempat..
    Tetapi apabila terjadi ppelanggaran hukum, maka orang-orang ini yg harus di tangkap dulluan….!!

Your email address will not be published.