INFO NABIRE
Home » Blog » Rakerda Pemuda Katolik Papua Tengah Soroti Pentingnya Penguatan Nilai Adat dan Agama di Era Digital

Rakerda Pemuda Katolik Papua Tengah Soroti Pentingnya Penguatan Nilai Adat dan Agama di Era Digital

(Rakerda Pemuda Katolik Papua Tengah Soroti Pentingnya Penguatan Nilai Adat dan Agama di Era Digital)
(Rakerda Pemuda Katolik Papua Tengah Soroti Pentingnya Penguatan Nilai Adat dan Agama di Era Digital)

Nabire, 24 April 2026 – Penguatan nilai adat dan agama menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua Tengah. Para narasumber menilai generasi muda Papua saat ini menghadapi tantangan serius akibat pergeseran nilai di tengah arus digitalisasi dan perubahan sosial yang semakin cepat.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah, Ignatius Robertus Adii, yang mewakili Keuskupan Timika, menegaskan bahwa adat dan agama merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda Papua.

“Orang tua dulu pegang dua hal: adat dan agama. Itu yang menjaga kehidupan mereka. Sekarang banyak generasi muda mulai kehilangan itu,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menjelaskan bahwa nilai adat mengandung amanah moral yang diwariskan secara turun-temurun, sementara agama menjadi pedoman hidup yang mengarahkan manusia dalam menjalankan kehendak Tuhan.

Menurutnya, melemahnya pemahaman terhadap adat dan agama berdampak langsung pada berbagai persoalan sosial, seperti perilaku menyimpang, penyalahgunaan minuman keras, hingga menurunnya kualitas hidup generasi muda.

Ignatius juga menyoroti persoalan pendidikan di Papua yang dinilai belum optimal dalam membentuk karakter generasi muda. Ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar nilai dan ijazah, melainkan proses pembentukan manusia seutuhnya.

“Kalau pendidikan hanya mengejar nilai dan ijazah tanpa membentuk karakter, itu tidak akan menyelamatkan generasi kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak pemuda untuk terus belajar sepanjang hayat serta tidak hanya bergantung pada jabatan atau status sosial sebagai ukuran keberhasilan.

Sementara itu, perwakilan Pemuda Katolik Pusat, Arnold Douw, selaku Sekretaris Bidang UMKM Pengurus Pusat, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menghadapi tantangan era digital dan bonus demografi.

Menurutnya, organisasi kepemudaan dituntut untuk lebih adaptif, progresif, dan kolaboratif agar mampu bersaing dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemuda Katolik tidak boleh menjadi penonton. Kita harus menjadi bagian dari perubahan, bahkan menjadi penggeraknya,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan kaderisasi melalui berbagai program strategis, mulai dari pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, hingga pengembangan kapasitas di bidang jurnalistik, hukum, dan politik.

Dalam konteks Papua, Arnold menegaskan bahwa Pemuda Katolik perlu mengambil peran aktif dalam merespons berbagai isu sosial, termasuk konflik, ketimpangan, hingga persoalan lingkungan.

Ia juga mendorong pembentukan rumah konsultasi bantuan hukum serta satuan tugas (satgas) untuk mengawal isu-isu strategis di masyarakat.

“Organisasi ini harus hidup, relevan, dan berdampak. Bukan hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat luas,” katanya.

Rakerda Pemuda Katolik Papua Tengah ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan peran pemuda sebagai agen perubahan yang berakar pada nilai adat dan agama, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan menggabungkan kekuatan nilai lokal dan kemampuan menghadapi era digital, diharapkan generasi muda Papua Tengah dapat menjadi pilar utama dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.