Program Bangkit Papua Tengah Masuk Finalisasi Data, 4.000 Balita OAP Disiapkan Terima BLT
Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai memasuki tahap akhir penyiapan data penerima manfaat Program Bangkit atau Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh. Program perlindungan sosial tersebut pada 2026 menyasar 4.000 balita Orang Asli Papua (OAP) di empat kabupaten sebagai lokasi percontohan.
Empat daerah yang menjadi sasaran awal program tersebut adalah Paniai, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Dogiyai. Masing-masing kabupaten mendapat kuota 1.000 balita dalam pelaksanaan tahap awal.
Kepala Bapperida Papua Tengah sekaligus Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Program Bangkit Papua Tengah, Elieser Yogi, mengatakan proses verifikasi data masih terus dilakukan sebelum daftar penerima ditetapkan secara resmi.
Hal tersebut disampaikan Yogi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026).
Menurut Yogi, pemerintah kabupaten di empat wilayah percontohan telah menyampaikan dokumen penetapan calon penerima manfaat. Namun, pemerintah provinsi masih memberikan kesempatan untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data tersebut.
Data Penerima Masih Diverifikasi
Tahap verifikasi menjadi bagian penting sebelum bantuan disalurkan. Pemerintah ingin memastikan data administrasi yang masuk sesuai dengan kondisi penerima di lapangan.
“Masih kami berikan waktu sampai akhir September untuk memastikan kembali data yang telah diverifikasi agar sesuai dengan kondisi penerima di lapangan,” kata Yogi.
Setelah proses tersebut selesai, Sekber Papua Tengah akan menggabungkan data dari empat kabupaten. Hasil rekapitulasi itu selanjutnya menjadi dasar penyusunan rancangan keputusan gubernur mengenai penetapan penerima Program Bangkit.
Proses tersebut dilakukan sebelum masuk ke tahap penyaluran bantuan.
Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah adalah kondisi geografis di sejumlah wilayah sasaran. Akses menuju beberapa distrik di Puncak Jaya dan Intan Jaya, misalnya, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pendataan.
Yogi mengatakan pemerintah kabupaten dapat menyesuaikan strategi pendataan dengan kondisi lapangan apabila belum semua wilayah dapat dijangkau dalam waktu bersamaan.
Selain persoalan geografis, persoalan administrasi kependudukan juga masih ditemukan. Sebagian calon penerima disebut belum memiliki kartu keluarga sehingga membutuhkan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Bantuan Rp350 Ribu per Bulan
Program Bangkit memberikan bantuan langsung tunai sebesar Rp350 ribu per bulan untuk setiap balita penerima selama satu tahun. Dengan demikian, nilai bantuan yang diterima satu balita mencapai Rp4,2 juta dalam periode 12 bulan.
Jika dihitung berdasarkan target 4.000 balita, total alokasi program mencapai Rp16,8 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus). Besaran bantuan dan target penerima tersebut juga telah disampaikan pemerintah provinsi ketika Program Bangkit diluncurkan pada Juli 2026.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan keluarga dalam pemenuhan gizi dan kebutuhan dasar anak. Pemerintah juga menekankan bahwa program tidak semata-mata berorientasi pada pemberian uang tunai.
Sebelumnya, Pemprov Papua Tengah menjelaskan bahwa bantuan ditujukan antara lain untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi, makanan pendamping ASI, vitamin dan kebutuhan pendidikan anak usia dini.
Tidak Hanya Bantuan Tunai
Pelaksanaan Program Bangkit dirancang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah. Pendampingan akan dilakukan sesuai bidang masing-masing, termasuk kesehatan, gizi, administrasi kependudukan, pemberdayaan masyarakat dan sektor pertanian.
Dengan pola tersebut, keluarga penerima diharapkan memperoleh pendampingan yang lebih luas sehingga bantuan dapat memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak sekaligus kondisi keluarga.
Yogi menegaskan pelaksanaan program bukan tanggung jawab satu lembaga saja.
“Program ini tidak berdiri dari Bapperida saja atau Dinas Sosial, tetapi merupakan kolaborasi dari beberapa OPD yang terkait,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah provinsi juga telah membentuk Sekber di tingkat kabupaten sebagai bagian dari mekanisme pelaksanaan program. Unsur yang terlibat antara lain Bapperida, Dinas Sosial, Dukcapil, Dinas Kesehatan, DPMK, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Dinas Pertanian.
Penyaluran Ditargetkan Akhir Oktober
Setelah penetapan penerima selesai, pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan Bank Papua untuk menyiapkan rekening penerima berdasarkan kabupaten masing-masing.
Jika seluruh tahapan administrasi dan pembukaan rekening dapat diselesaikan sesuai rencana, penyaluran bantuan ditargetkan mulai berlangsung pada akhir Oktober atau awal November 2026.
Program Bangkit Papua Tengah pada tahap awal menjadi proyek percontohan di empat kabupaten. Pemerintah provinsi sebelumnya menyampaikan bahwa pola tersebut akan menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan sebelum program diperluas ke wilayah Papua Tengah lainnya.
Dengan masih berlangsungnya proses finalisasi data hingga akhir September, perhatian pemerintah saat ini diarahkan pada memastikan ketepatan sasaran penerima sebelum bantuan mulai disalurkan.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar