INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Gelar POLIDIK, Kapolres Ajak Pelajar SMA Negeri 2 Dogiyai Jauhi Narkoba

Gelar POLIDIK, Kapolres Ajak Pelajar SMA Negeri 2 Dogiyai Jauhi Narkoba

(Gelar POLIDIK, Kapolres Ajak Pelajar SMA Negeri 2 Dogiyai Jauhi Narkoba)
(Gelar POLIDIK, Kapolres Ajak Pelajar SMA Negeri 2 Dogiyai Jauhi Narkoba)

Dogiyai, Polres Dogiyai, Papua Tengah, mengajak pelajar meningkatkan kedisiplinan, memperkuat karakter, dan menjauhi berbagai perilaku negatif melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK). Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Dogiyai KOMPOL Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., tersebut berlangsung di SMA Negeri 02 Dogiyai, Kampung Mauwa, Distrik Kamu, Senin (2/11/2026).

Program ini menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan kalangan pelajar sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak dini.

Kapolres Dogiyai menegaskan bahwa kehadiran polisi di lingkungan sekolah tidak semata-mata berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri juga memiliki peran dalam mendorong perkembangan karakter generasi muda melalui edukasi dan komunikasi langsung.

“Kehadiran kami di sini untuk membangun kedekatan, bukan hanya menjaga keamanan. Kami ingin adik-adik semangat belajar, hormati guru dan orang tua, serta jadi generasi yang disiplin dan berkarakter,” ujar Piter Kendek di hadapan para siswa.

Bangun Kedekatan Polisi dengan Pelajar

Kegiatan POLIDIK dimulai sekitar pukul 09.00 WIT di ruang kelas XI IPA SMA Negeri 02 Dogiyai. Kapolres hadir bersama Wakapolres Dogiyai AKP Andi Mapparewe, Kasat Binmas IPDA Feryando T. Sinaga, S.H., M.H., Kapolsek Kamu IPDA Permenas Matini, serta 10 personel Polres Dogiyai.

Sejumlah tenaga pengajar dan 40 siswa turut mengikuti kegiatan tersebut.

Interaksi antara polisi dan pelajar dibangun melalui suasana yang akrab dan partisipatif. Setelah sesi pembukaan dan perkenalan jajaran kepolisian, Kapolres memimpin yel-yel bersama siswa pada pukul 09.05 WIT.

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menciptakan komunikasi yang lebih terbuka antara aparat kepolisian dan peserta didik. Melalui pendekatan ini, pelajar diharapkan tidak hanya mengenal polisi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang dapat mendukung lingkungan pendidikan yang aman.

Setelah rangkaian kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sekitar pukul 09.18 WIT. Kegiatan berakhir pada pukul 09.30 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Cegah Perilaku Negatif Sejak Dini

Polres Dogiyai menyebut POLIDIK sebagai implementasi program Kapolri di wilayah hukumnya untuk meningkatkan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian, tenaga pengajar, dan pelajar.

Selain mendorong semangat belajar, kegiatan tersebut menekankan pentingnya pencegahan perilaku yang dapat mengganggu perkembangan generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, perundungan atau bullying, serta tindakan kekerasan.

Kapolres berharap edukasi yang dilakukan secara langsung di sekolah dapat membantu pelajar memahami pentingnya menjaga perilaku, menghormati sesama, dan menaati aturan yang berlaku.

“Melalui POLIDIK ini, kami harapkan dapat memotivasi pelajar untuk meningkatkan semangat belajar dan menjauhi perilaku negatif seperti narkoba, miras, bullying, dan kekerasan. Ini adalah upaya preventif kami dalam membina karakter generasi muda demi Kamtibmas Dogiyai yang aman dan kondusif,” tutupnya.

Perkuat Kemitraan untuk Lingkungan Sekolah yang Aman

Pelaksanaan POLIDIK di SMA Negeri 02 Dogiyai menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan siswa.

Kolaborasi antara kepolisian, guru, orang tua, dan pelajar diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja serta meningkatkan kesadaran hukum di kalangan generasi muda.

Polres Dogiyai melalui pendekatan edukatif dan humanis diharapkan terus membangun komunikasi dengan lingkungan sekolah agar pesan kedisiplinan, tanggung jawab, dan penolakan terhadap kekerasan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.