Polisi Selidiki Kasus Pembacokan yang Tewaskan Dua Warga di Deiyai
Deiyai, 28 Januari 2026 – Aksi keributan yang melibatkan masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dan masyarakat pendatang terjadi di Pertigaan Kompleks Pasar Jalan Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Rabu (28/1/2026). Insiden tersebut berujung bentrok dan aksi pembacokan yang menewaskan dua orang serta menyebabkan dua lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.45 hingga 17.30 WIT. Berdasarkan informasi yang diterima Nabire.Net dari Polres Deiyai, keributan dipicu oleh sekelompok warga OAP yang diduga dalam kondisi mabuk dan melakukan pemukulan terhadap warga pendatang di area Kompleks Pasar Waghete.
Sekitar pukul 15.35 WIT, sejumlah masyarakat pendatang berupaya menolong korban dan mengejar pelaku yang melarikan diri ke arah Terminal Waghete menuju Waghete II. Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh warga bersama anggota Polsek Tigi sekitar pukul 15.45 WIT.
Namun, saat pelaku dibawa menuju Polsek Tigi, terjadi situasi tidak terkendali. Pelaku terjatuh di tengah jalan, yang memicu kemarahan sekelompok masyarakat OAP hingga berujung pada tindakan anarkis.
Aksi lanjutan kemudian terjadi di beberapa lokasi. Pada pukul 16.10 WIT di Kampung Mogouda, seorang warga bernama La Adi menjadi korban pembacokan dan meninggal dunia. Selanjutnya, pukul 16.20 WIT di Kampung Atouda, dua warga bernama Andreas dan Aruadi mengalami luka bacok.
Puncaknya, sekitar pukul 16.45 WIT, aksi pembacokan kembali terjadi di depan teras rumah korban Mikael Rumaseb, warga OAP Suku Biak yang juga menjabat sebagai Kepala Suku Biak Kabupaten Deiyai. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tikam dan sobekan di bagian belakang tubuh.
Akibat insiden tersebut, total korban mencapai empat orang, dengan dua di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Para korban berasal dari latar belakang suku dan profesi yang berbeda, mulai dari guru, wiraswasta, hingga aparatur sipil negara.
Sementara itu, pelaku dalam peristiwa ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan diduga merupakan beberapa orang tak dikenal (OTK) dari kelompok OAP. Aparat keamanan terus melakukan langkah-langkah pengamanan guna mencegah konflik susulan dan menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Deiyai tetap kondusif.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar