INFO PAPUA PEGUNUNGAN
Home » Blog » Kasus Penembakan Yahukimo: Polisi Amankan NB dan Sita Tiga Amunisi Kaliber 5,56

Kasus Penembakan Yahukimo: Polisi Amankan NB dan Sita Tiga Amunisi Kaliber 5,56

(Kasus Penembakan Yahukimo: Polisi Amankan NB dan Sita Tiga Amunisi Kaliber 5,56)
(Kasus Penembakan Yahukimo: Polisi Amankan NB dan Sita Tiga Amunisi Kaliber 5,56)

Yahukimo, Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo mengamankan seorang pria berinisial NB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (22/9/2026).

NB diamankan sekitar pukul 16.25 WIT di kawasan Ruko Blok A dan B. Polisi menyebut pengamanan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan dan penyidikan sejumlah kasus penembakan yang terjadi di wilayah Yahukimo.

Dalam proses pengamanan, petugas juga menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm yang disebut berada di dalam noken milik NB. Barang tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan dalam Dua Penembakan

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan, NB diamankan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara penembakan yang sebelumnya terjadi di Yahukimo.

Menurut Yusuf, setelah diamankan, NB langsung dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan.

“Pada Selasa, 22 September 2026, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo telah mengamankan seorang pria berinisial NB,” kata Yusuf dalam keterangannya kepada media, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap dugaan keterlibatan NB dalam perkara yang sedang ditangani.

Kasus tersebut berkaitan dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/24/IV/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua tertanggal 27 April 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik, NB kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam dua peristiwa penembakan yang terjadi pada 27 April 2026 di Distrik Dekai.

Peristiwa pertama terjadi di Jembatan Kali Biru, Jalan Kurima. Saat itu, sebuah mobil Grand Max van berwarna putih menjadi sasaran penembakan. Seorang korban berinisial RK, yang disebut sebagai PNS konsultan BPKAD, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak pada bagian leher sebelah kiri.

Pada hari dan kawasan yang sama, terjadi pula penembakan terhadap kendaraan Toyota Fortuner berwarna silver di sekitar Jembatan Kali Biru, Jalan Kurima.

Tiga Amunisi Kaliber 5,56 Diamankan

Selain mengamankan NB, aparat menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm. Polisi menyebut amunisi tersebut ditemukan di dalam noken yang dibawa NB ketika diamankan.

Barang bukti itu kini menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk mengetahui keterkaitannya dengan perkara yang sedang diselidiki.

Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya hubungan NB dengan perkara penembakan lain di Yahukimo. Penentuan keterlibatan seseorang dalam perkara pidana akan didasarkan pada fakta penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

Yusuf menegaskan, Satgas Damai Cartenz menjalankan proses penanganan perkara melalui tahapan penegakan hukum.

“Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dalam bertindak dan berbuat berdasarkan proses penegakan hukum, mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga penerbitan Daftar Pencarian Orang atau DPO terhadap seseorang sesuai dengan ketentuan hukum,” ujarnya.

Ia mengatakan pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan penindakan diarahkan kepada pihak yang berdasarkan proses hukum diduga terlibat dalam tindak pidana.

Polisi Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan pemeriksaan terhadap NB masih berlangsung. Menurut dia, penyidik akan menggunakan fakta dan alat bukti sebagai dasar dalam proses penanganan perkara.

“Setiap dugaan tindak pidana yang mengakibatkan korban maupun mengancam keselamatan masyarakat akan kami tindak lanjuti melalui proses hukum,” kata Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga mengimbau masyarakat Yahukimo untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Adarma mengajak warga yang mengetahui adanya aktivitas atau kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan untuk menyampaikan informasi kepada aparat kepolisian.

Pemeriksaan Masih Berlangsung

Hingga Rabu (23/9/2026), NB masih menjalani pemeriksaan di Polres Yahukimo. Penyidik masih mendalami perannya dalam dua kasus penembakan yang menjadi dasar penanganan perkara tersebut.

Selain itu, aparat juga masih menelusuri keterkaitan barang bukti berupa tiga amunisi kaliber 5,56 mm serta kemungkinan hubungan NB dengan perkara lainnya.

Satgas Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri. Informasi mengenai gangguan keamanan diharapkan disampaikan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.