INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pj.Gubernur Papua Tengah : Ada 6 Pilar Transformasi Kesehatan yang Harus Dijalankan

Pj.Gubernur Papua Tengah : Ada 6 Pilar Transformasi Kesehatan yang Harus Dijalankan

Pj.Gubernur Papua Tengah : Ada 6 Pilar Transformasi Kesehatan yang Harus Dijalankan
(Pj.Gubernur Papua Tengah : Ada 6 Pilar Transformasi Kesehatan yang Harus Dijalankan)

Nabire, Pj.Gubernur Provinsi Papua Tengah, DR. Ribka Haluk S.Sos MM., menegaskan ada 6 pilar transformasi kesehatan yang harus dijalankan untuk mensukseskan Transformasi Sistem Kesehatan di Provinsi Papua Tengah.

Hal itu disampaikan Pj.Gubernur Provinsi Papua Tengah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plh.Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar Damanik, SSTP, MM., pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-1 Provinsi Papua Tengah, Selasa (04/07/2023), bertempat di Aula Bethesda, Karang Mulia, Nabire, Papua Tengah.

(Baca Juga : Plh.Sekda Papua Tengah Buka Rapat Kerja Kesehatan Daerah ke-1 Provinsi Papua Tengah Tahun 2023)

Dikatakan, penyelenggaraan Rakerkesda kali ini adalah Rakerkesda pertama yang dilaksanakan oleh Provinsi Papua Tengah semenjak pembentukan Provinsi Papua Tengah.

“Penyelenggaraan Rakerkesda tahun ini sangat penting, tidak hanya menyamakan persepsi tentang hal-hal yang menyangkut pekerjaan rumah di bidang kesehatan yang harus segera diselesaikan oleh pemprov Papua Tengah seperti eliminasi malaria maupun penyelesaian persoalan stunting. Namun juga bagaimana pemprov Papua Tengah harus menyiapkan roadmap penyelesaian program-program krusial masalah kesehatan”, kata Pj,Gubernur Papua Tengah dalam sambutan tertulisnya.

Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Sistem Kesehatan di Provinsi Papua Tengah”. Mengapa tema ini yang dipilih? Karena saat ini, hal ini menjadi trending topic bagi semua insan kesehatan di seluruh Indonesia.

Setidaknya ada 6 pilar transformasi kesehatan yang harus dijalankan :

1. Transformasi layanan primer yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan primer yang terstandarisasi dan terintegritas.

2. Transformasi pelayanan rujukan yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat.

3. Transformasi ketahanan sistem kesehatan.

4. Transformasi pembiayaan kesehatan.

5. Transformasu sumber daya manusia kesehatan yang fokus pada penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan merata.

6. Transformasi teknologi kesehatan yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan yang presisi.

“Enam pilat transformasi kesehatan ini, harus diimplementasikan ke provinsi Papua Tengah dengan 2 alasan utama. Yang pertama, filosofi transformasi kesehatan adalah meningkatkan kesehatan ke masyarakat. Yang kedua, menjadikan transformasi kesehatan artinya menghadirkan negara dalam tujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan”, kata Pj.Gubernur Papua Tengah dalam sambutan tertulisnya.

Dikatakan Pj.Gubernur Papua Tengah, ada empat dari delapan kabupaten di Papua Tengah yang memiliki Indeks Ketersediaan atau Aksebilitas ke Puskesmas, di bawah Provinsi dan Nasional. Keempat kabupaten tersebut adalah kabupaten Puncak Jaya, Paniai, Dogiyai dan Intan Jaya.

Selain itu, ada lima dari delapan kabupaten yang memiliki umur harapan hidup di bawah rata-rata Provinsi dan Nasional yaitu kabupaten Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya dan Deiyai.

Terdapat empat dari delapan kabupaten yang memiliki Indeks Aksebilitas ke Rumah Sakit di bawah rata-rata Provinsi dan Nasional, yaitu kabupaten Paniai, Puncak, Dogiyai dan Intan Jaya.

Terdapat enam dari delapan kabupaten yang memiliki prevalensi stunting tinggi yaitu kabupaten Puncak Jaya, Puncak, Dogiyai Intan Jaya dan Mimika.

Untuk mengatasi isu penting bidang kesehatan di atas, terdapat tiga program prioritas yang harus dilakukan oleh semua kabupaten yaitu sebagai berikut :

1. Pelayanan Mobile Hand Service

2. Program akselerasi dan akses mutu pelayanan kesehatan dan program layanan kesehatan

3. Program percepatan penurunan stunting

“Pendekatan terhadap 3 program diatas harus dilakukan dengan penyusunan perencanaan yang tepat sasaran, agar masyarakat dapat betul-betul merasakan dan menikmati pelayanan kesehatan”, lanjutnya.

Lanjut dikatakan, “jika dalam kegiatan Musrenbangda, masih ada hal-hal yang harus difinalisasi, diperbaiki, inilah saatnya Bapak/Ibu semua dari masing-masing kabupaten untuk menyamakan persepsi dan menyelaraskan program pusat, provinsi dan daerah. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Yang ada ini kita keroyok bersama-sama”, katanya.

“Dengan rencana kerja yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Papua Tengah dengan menyiapkan Roadmap yang berkelanjutan ke depan maka akan ada Roadmap untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan di provinsi Papua Tengah. Atas nama Ibu Pj.Gubernur dan Pemprov Papua Tengah, memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan, para Direktur RSUD, dan seluruh Petugas Kesehatan, baik di tingkat Provinsi, Kabupaten, Distrik hingga ke kampung-kampung, yang dengan semangat juang dan pengabdian yang tinggi telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Papua Tengah, saya berharap agar kualitas dan akses layanan kesehatan di Papua Tengah akan semakin baik”, tandas Ibu Pj.Gubernur Papua Tengah dalam sambutan tertulisnya.

[Nabire.Net/Edi Sutrisno]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.