INFO PAPUA
Home » Blog » Pertanyakan SK CPNS, Massa Datangi Kantor BKD & Temui Bupati Dogiyai

Pertanyakan SK CPNS, Massa Datangi Kantor BKD & Temui Bupati Dogiyai

Sekumpulan massa yang berjumlah 20-an orang lebih, mendatangi kantor BKD kabupaten Dogiyai, senin pagi 4 Juni 2018 pukul 10.00 wit, untuk menanyakan kejelasan SK CPNS dan Latihan Dasar Pengganti Prajabatan.

Dalam demo tersebut, massa tidak berhasil menemui Kepala BKD Dogiyai, Yance Agapa, massa hanya menemui Sekretaris dan Kabid Formasi dan Kesejahteraan Kepegawaian.

Karena kecewa, massa melampiaskan kekecewaan dengan memalang kantor BKD dan meminta semua staf dan pejabat BKD agar jalan kaki menuju Kantor Bupati untuk meminta kejelasan lebih lanjut di depan Bupati oleh Sekretaris dan Kabid Formasi Kesejahteraan Kepegawaian.

Setibanya di Kantor Bupati pada pukul 11.30, Bupati Dogiyai belum ada di tempat, tapi massa pendemo melalui Koordinator Lapangan, Isak Waine, mendesak kepada asisten atau ajudan Bupati untuk segera melanjutkan aspirasi mereka kepada Bupati, dan meminta Bupati harus menemui mereka.

Massa lega setelah Bupati Dogiyai menemui mereka pada pukul 14.00 wit. Bupati kemudian mengajak massa berbicara di ruang kerja Bupati.

Dalam pembicaraan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa permasalahan proses SK CPNS formasi 2013 berawal dari terlalu seringnya dilakukan pergantian Kepala BKD.

Selain itu permasalahan lainnya yakni ada sejumlah CPNS Formasi 2013 yang memiliki ijazah palsu, serta ketidaksesuaian kuota formasi umum 2013.

Dihadapan Bupati, pihak BKD menjelaskan kepada massa pendemo bahwa 98 orang sudah dapat SK CPNS, 54 orang CPNS sudah siap dibagikan setelah libur lebaran, 29 orang CPNS bersedia diproses 1 hingga 2 bulan kedepan dan 15 orang masih belum jelas.

Setelah mendengar penjelasan Bupati dan pihak BKD, massa pendemo setuju dan meminta Bupati Dogiyai harus menyelesaikan masalah ini secepatnya karena persoalan ini sudah hampir 6 tahun tanpa kepastian.

[Nabire.Net/Ones.Yobee]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.