Pertamina Jelaskan Penyebab Kenaikan LPG Non Subsidi di Nabire
Nabire, 6 Mei 2026 – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku resmi menjelaskan penyebab penyesuaian harga LPG non subsidi di wilayah Nabire. Kebijakan ini merupakan dampak dari perubahan jalur distribusi energi yang dilakukan untuk menjaga ketahanan dan ketersediaan stok di tengah dinamika geopolitik global.
Area Manager Communication, Relations & CSR, Ispiani Abbas menyampaikan bahwa harga LPG non subsidi ditentukan oleh beberapa komponen utama, di antaranya harga tebus di SPBE titik suplai serta biaya angkut atau transportasi. Selain itu, perbedaan harga juga dipengaruhi oleh jarak distribusi, yakni wilayah dengan radius kurang dari 60 km dan lebih dari 60 km dari titik suplai.
Ia menjelaskan, sebelumnya distribusi LPG untuk wilayah Kabupaten Nabire disuplai dari SPBE di Surabaya. Namun, dalam upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi, Pertamina melakukan alih suplai ke Integrated Terminal dan SPBE di Jayapura.
“Perubahan jalur suplai ini berdampak pada ongkos transportasi. Jika sebelumnya menggunakan jalur tol laut dengan transportasi reguler, kini distribusi dari Jayapura belum memiliki jalur umum yang rutin, sehingga biaya logistik menjadi berbeda,” jelas Ispiani.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah timur Indonesia serta memastikan ketersediaan LPG tetap terjaga di tengah kondisi global yang dinamis.
Pertamina juga menegaskan bahwa penyesuaian pola distribusi ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi secara berkala, termasuk kemungkinan penyesuaian kembali jika kondisi distribusi sudah stabil.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center Pertamina di 135.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar