Persoalan Gaji Guru SMA/SMK Di Nabire Sampai Ke Kementerian Dalam Negeri, Pemkab Nabire Akan Cairkan Pekan Ini
Persoalan pembayaran gaji guru SMA dan SMK di Nabire yang hingga saat ini masih belum menemukan titik terang, selain mendapatkan tanggapan dari warga Nabire, juga ditanggapi langsung oleh Kementerian Dalam Negeri RI.
Adalah Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Dasar & Menengah Kementerian Pendidikan RI yang mempertanyakan persoalan ini.
Seperti dilansir dari IDNTimes, Hamid meminta hal ini ditanyakan langsung kepada Gubernur Papua dan Dinas Pendidikan Papua.
“Sebaiknya tanyakan ke Gubernur atau Kadisdik Papua, kenapa belum dibayarkan?” ujar Hamid. Menurut Hamid pemerintah daerah (Pemda) yang bertanggung jawab penuh terhadap pembayaran gaji guru.
“Sejak 1 Januari 2017, gaji guru SMA/SMK menjadi tanggung jawab gubernur,” kata dia.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Kepala BPKAD, Slamet SE M.Si kembali angkat bicara terkait persoalan ini.
Dikatakan Slamet, pihaknya telah berupaya agar pencairan gaji guru bisa secepatnya, dengan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Papua.
Jika tidak ada kendala menurutnya pembayaran gaji guru yang tertunda akan dilakukan dalam pekan ini, dan gaji tersebut akan dirapelkan, sekaligus tunjangan dan uang lauk pauk.
Seperti diketahui hingga saat ini para guru SMA dan SMK di kabupaten Nabire belum menerima hak mereka yaitu gaji bulanan, ada yang 3 bulan dan ada yang belum dibayar hingga 4 bulan.
Diketahui hal tersebut karena pembayaran gaji para guru SMA/SMK di kabupaten/kota dialihkan pembayarannya ke Provinsi sesuai status para guru.
Akibatnya sejak pekan kemarin, sejumlah guru SMA dan SMK di Nabire menggelar aksi mogok kerja sebagai bentuk keprihatinan atas belum dibayarkannya gaji mereka.
[Nabire.Net]



Rakyat jelata
Kas daerah propinsi dan kabupaten di papua lg kosong.. Tahun politik jadi su tau to.. dorang baku cakar “barang itu..