Kutukan Persipura Jayapura berlanjut di Final ISL 2014. Mutiara Hitam gagal menjadi juara setelah kalah adu penalti dari Persib Bandung dengan skor 3-5 setelah bermain imbang 2-2 dari waktu normal sampai extra time 2×15 menit.
Sejak kompetisi bernama Indonesia Super League, Persipura selalu gagal mempertahankan gelar juara. Sejauh ini, bahkan sejak kompetisi Indonesia memakai nama Liga Indonesia I musim 1994-95, belum pernah ada tim yang mampu mempertahankan gelar juara.
Selain itu, Persipura juga untuk kali ketiga beruntun gagal menjadi juara di tahun genap, dari tiga kali pencapaiannya ke babak final di tahun genap.
Persipura tiga kali mendapat kesempatan mempertahankan gelar juara sejak 6 tahun lalu, namun semuanya gagal. Hal itu terjadi pertama kali musim 2008-09 diikuti 2010-11, dan 2012-13. Musim 2014, Persipura dikalahkan Persib.
Tim yang pernah dibesut Jacksen F Tiago itu terakhir menjadi juara musim lalu saat kompetisi di Indonesia berformat 1 wilayah. Itu artinya, gelar juara di musim sebelumnya justru menjadi ‘kutukan’ Persipura di musim berikutnya.
Meski demikian, raksasa Papua itu tetap memiliki preseden positif sebagai tim yang belum pernah terlempar dari posisi 2 besar di akhir klasemen. Hal itu bertahan selama enam musim berturut-turut. Musim 2012-13, Persipura juara di atas Arema Cronus.
Untuk kali ketiga beruntun tim berjuluk tim Mutiara Hitam itu menjadi runner-up LSI di tahun genap.
Persipura merebut gelar LSI pertamanya pada 2009. Di tahun berikutnya, Persipura hanya mampu menjadi runner-up setelah kalah bersaing dengan Arema Cronus.
Tahun 2011, Persipura kembali merengkuh gelar juara dengan mengalahkan Arema. Pada 2012, giliran Sriwijaya FC yang mengkandaskan perlawanan Persipura.
Persipura kembali ke tangga juara LSI di tahun ganjil berikutnya pada 2013. Sedangkan musim ini, ambisi Boaz Solossa dan kawan-kawan mempertahankan gelar LSI digagalkan Persib.
Leave a Reply