Peringati HUT Ke 66, IDI Nabire Gelar Simposium Di Aula Dinas Pendidikan Nabire
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang ke 66 tahun 2016, yang jatuh pada tanggal 24 oktober 2016, IDI Nabire bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, mengadakan kegiatan Syukuran & Simposium “Cerdik Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Dalam Usaha Kesehatan Sekolah”, dengan tujuan mengintegrasikan program layanan penyakit tidak menular ke sekolah, yang dilaksanakan senin pagi (24/10), bertempat di Aula Dinas Pendidikan kabupaten Nabire.
Acara ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim S.Ip MM. Dalam sambutan tertulis Bupati Nabire yang dibacakan Wakil Bupati, dikatakan, pembangunan kesehatan bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal didahului pengetahuan yang baik dan benar. Oleh karena itu, Bupati Nabire berharapa kepada IDI Nabire untuk dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat tentang permasalahan di bidang kesehatan.
Sementara di tempat yang sama, Ketua IDI Nabire, dr. Frans Sayori menjelaskan, Penyakit Tidak Menular atau disebut dengan PTM merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan orang ke orang. Kematian akibat penyakit tidak menular terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO ada empat penyakit tidak menular antara lain, penyakit Kardiovaskular (serangan jantung atau stroke), Kanker, Penyakit Pernapasan kronis (seperti penyakit obstruksi paru kronis dan asma) serta Diabetes.
Posbindu PTM adalah Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring (tekanan darah, obesitas, merokok, diet) dan konseling faktor risiko PTM yang dilakukan oleh dan untuk masyarakat secara rutin dan periodik . Posbindu PTM merupakan UKBM untuk mawas diri terhadap faktor risiko PTM pada populasi sehat (mengingat sebagian besar Faktor Resiko PTM tidak memberikan gejala), kemudian Kasus faktor risiko PTM yang ditemukan tetapi tidak dapat dikendalikan melalui konseling akan dirujuk ke fasilitas pelayanan dasar di masyarakat (Puskesmas, Klinik swasta, dan dokter keluarga).
Oleh karena itu Ikatan Dokter Indonesia hadir dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk mengkampanyekan program ini di tiap sekolah dan mengajarkan para siswa untuk selalu membudayakan perilaku hidup sehat (CERDIK), baik di lingkungan sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), maupun di lingkungan keluarga.
Kegiatan Simposium ini, akan digelar selama 3 hari hingga tanggal 26 oktober 2016.
[Nabire.Net]



Leave a Reply