Penyuluh Pertanian Nabire Ikuti Bimtek Pengisian Laporan Statistik Pertanian
Nabire, 1 April 2026 – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Blanko Laporan Statistik Pertanian bagi penyuluh pertanian di Kabupaten Nabire. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BRMP Papua Tengah, Senin (31/3).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Papua Tengah Abdul Azis, S.ST, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluhan Papua Tengah Dahria, S.Pt, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Nabire Johan A. Tanati, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) lingkup Kabupaten Nabire, serta para penyuluh pertanian Kabupaten Nabire.
Dalam arahannya, Abdul Azis menegaskan pentingnya data statistik pertanian sebagai indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan di lapangan.
Menurutnya, capaian penyuluhan pertanian dapat diukur dari kualitas data yang dilaporkan oleh penyuluh.
“Kalau data kita baik maka berarti kinerja kita juga baik dan dari situ bisa dinilai kinerja kita sebagai penyuluh,” ujar Azis.
Ia juga menambahkan bahwa data statistik pertanian menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian Sasaran Kinerja Penyuluh (SKP) yang berfungsi sebagai raport kinerja penyuluh.
Dalam kegiatan ini, materi dan praktik pengisian formulir disampaikan langsung oleh Katimker Penyuluh Pertanian Nabire Johan A. Tanati.

Beberapa materi yang diberikan antara lain pengisian Formulir Statistik Pertanian Hortikultura (SPH), yang terdiri dari SPH-SBS untuk sayuran dan buah-buahan semusim (bulanan), SPH-BST untuk buah-buahan dan sayuran tahunan (triwulan), SPH-TBF untuk tanaman biofarmaka atau obat (triwulan), serta SPH-TH untuk tanaman hias (triwulan).
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai Formulir Statistik Pertanian Tanaman Pangan yang meliputi SP-Padi dan SP-Palawija.

Dalam penyampaiannya, Johan A. Tanati menjelaskan bahwa formulir statistik pertanian memiliki peran penting dalam menggambarkan kondisi pertanian secara menyeluruh di Kabupaten Nabire.
Ia juga menyampaikan bahwa materi lanjutan nantinya dapat melibatkan pihak Dinas Pertanian Nabire maupun Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire agar penyuluh memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Selama kegiatan berlangsung, para penyuluh pertanian tampak antusias mengikuti sesi praktik. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan saran yang disampaikan peserta dalam diskusi.
[Nabire.Net]


Leave a Reply