Pengangguran di Papua Tengah Capai 14 Ribu, Ini Solusi Disnakertrans
Nabire, 6 Januari 2025 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka pengangguran. Salah satu solusi yang terus didorong adalah penguatan program pendidikan dan pelatihan vokasi bagi Orang Asli Papua (OAP) agar mampu bersaing di dunia kerja dan membuka lapangan usaha baru.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Borai, kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (6/1).
Diungkapkan Boray, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Tengah, tingkat pengangguran di Provinsi Papua Tengah hingga akhir 2025 mencapai sekitar 14 ribu orang.
Frets menilai, tanpa pembatasan dan kesiapan sumber daya manusia, angka pengangguran akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurutnya selama ini telah dilakukan berbagai upaya pembinaan melalui pelatihan keterampilan, seperti mekanik, pengelasan, komputer, hingga menjahit berbasis teknologi. Program ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor formal, tetapi juga mampu menciptakan usaha mandiri.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan, mereka bisa membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja lain,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan swasta dalam menyerap tenaga kerja lokal. Perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah diharapkan memprioritaskan masyarakat setempat, khususnya OAP, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan pembangunan daerah.
Namun, tantangan masih dihadapi, terutama rendahnya minat masyarakat terhadap sektor tertentu seperti perkebunan kelapa sawit. Dari ribuan lowongan yang dibuka, jumlah pendaftar lokal masih sangat minim.
Ia pun mendorong agar ke depan terdapat regulasi khusus yang mengatur komposisi tenaga kerja, misalnya 80–90 persen tenaga lokal, agar Orang Asli Papua tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
Selain persoalan ketenagakerjaan, faktor keamanan juga dinilai sangat berpengaruh terhadap masuknya investasi. Ditegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi syarat utama agar investor mau menanamkan modal, yang pada akhirnya berdampak pada penciptaan lapangan kerja.
Ke depan, Pemprov Papua Tengah berkomitmen menyusun kebijakan jangka panjang agar dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, masyarakat Papua dapat menempati posisi strategis di berbagai sektor pembangunan.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Leave a Reply