Editorial : Penerbangan Dibatasi, Apa Kabar Akses Darat Manokwari-Nabire ?

Nabire – Asosiasi Bupati Wilayah Meepago resmi membatasi akses transportasi udara ke Nabire, sesuai rapat koordinasi hari kamis (16/07). Penyebab kebijakan tersebut diambil disebabkan salah seorang penumpang pesawat dari Jayapura yang tiba di Nabire tanggal 8 Juli 2020 lalu, positif terpapar Covid-19.
Namun apakah kebijakan ini hanya berlaku bagi penumpang pesawat saja ? Bagaimana dengan warga yang masuk Nabire melalui jalan darat, seperti Manokwari Nabire ? Apakah mereka dapat dipastikan bebas dari Covid-19, sehingga saat ini seperti tidak terkontrol masuk keluar Nabire ?
(Baca Juga : Transportasi Udara Nabire Kembali Dibatasi Sampai 30 Juli 2020)
Dalam beberapa pekan terakhir, sesuai informasi yang diterima Nabire.Net dari warga, akses transportasi darat dari Manokwari ke Nabire dan sebaliknya sangat lancar.
Bahkan, saking lancarnya, para supir lintas Manokwari-Nabire maupun sebaliknya, gencar mempromosikan jasa transportasinya di sosial media seperti Facebook.
Apakah pemerintah kabupaten Nabire maupun yang ada di wilayah Meepago dapat menjamin bahwa mereka yang masuk melalui transportasi darat, benar-benar terbebas dari Covid-19 ? Apakah prosedur yang sama seperti yang diterapkan pada penumpang pesawat juga diterapkan secara tepat dan ketat bagi warga yang masuk melalui jalur darat ?
Beruntung karena prosedur yang ketat dan terdata dengan baik, penumpang pesawat yang terpapar Covid-19 bisa diketahui. Tetapi bagaimana dengan mereka yang masuk melalui darat ataupun laut ?
Selain jalur darat, tidak menutup kemungkinan ada warga juga yang mengakses jalur laut untuk masuk ke Nabire. Apakah prosedur yang sama juga sudah diberlakukan bagi mereka ?
Oleh karena itu, kebijakan pembatasan transportasi baik udara, laut maupun darat, harus diikuti dengan pengawasan dan penindakan yang ketat. Apalah arti sebuah kebijakan maupun aturan tanpa pengawasan dan penindakan ?
Pemerintah kabupaten Nabire dan pemerintah di wilayah Meepago perlu memutuskan sesuatu dengan bijaksana, dengan tidak merugikan kepentingan banyak orang. Sampai kapan pemberlakukan buka tutup bandara Nabire akan diberlakukan, bukankah kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19 ?
Hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan berarti menyerah dan menjadi pesimistis. Justru kondisi ini merupakan titik tolak menuju tatanan kehidupan baru masyarakat untuk dapat beraktivitas kembali sambil tetap melawan ancaman Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
[Nabire.Net]


Leave a Reply