Transportasi Udara Nabire Kembali Dibatasi Sampai 30 Juli 2020

(Asosiasi Bupati Wilayah Meepago Kembali Batasi Transportasi Udara/Dok.Humas Pemkab Nabire)

Nabire – Asosiasi Bupati Wilayah Meepago sepakat kembali melakukan pembatasan transportasi udara tercatat mulai hari kamis 16 Juli 2020, hingga 30 Juli 2020.

Kesepakatan tersebut diambil saat rapat Asosiasi Bupati Wilayah Meepago di Ruang Rapat Setda Nabire, Kamis (16/07), dihadiri oleh Bupati Nabire, Bupati Dogiyai, Bupati Deiyai, Bupati Paniai dan Bupati Intan Jaya.

Berdasarkan siaran pers dari Humas Pemkab Nabire nomor 007/ABM/VII/2020, pembatasan transportasi udara ini disebabkan ditemukannya kasus positif Covid-19 pada salah satu penumpang asal Jayapura tujuan Nabire pada tanggal 8 Juli 2020 lalu.

Dengan demikian disepakati pembatasan transportasi udara diberlakukan kembali. Sebelumnya transportasi udara dibuka sejak 4 Juli 2020 lalu dan sedang dalam tahap ujicoba.

(Baca Juga : Bandara Nabire Kembali Beroperasi, Wings Air Bawa 65 Penumpang Ke Jayapura)

Sementara itu berkaitan dengan para siswa-siswi yang baru saja tamat SMP dan SMA/SMK/MA dari wilayah Meepago (Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Intan Jaya) yang hendak melanjutkan studi di luar Kabupaten Nabire akan difasilitasi oleh para Bupati Meepago.

Terkait dengan hal ini, para pelajar yang hendak studi di luar wilayah Meepago agar segera mendaftarkan diri di Kantor Bupati Nabire dengan membawa surat keterangan lulus dari sekolah masing-masing pada hari Jumat, 17 Juli 2020 dan Sabtu, 18 Juli 2020.

“Keputusan ini wajib dilaksanakan oleh semua pihak dan akan dievaluasi kembali setelah dua minggu sejak diputuskan,” tegas Asosiasi Bupati Wilayah Meepago.



Sebagai informasi, salah seorang penumpang pesawat Wings Air yang tiba di Nabire dari Jayapura tanggal 8 Juli 2020 lalu dinyatakan positif Covid-19 oleh Tim Medis RSUD Nabire.

(Baca Juga : Ini Keterangan Wings Air Nabire Terkait Penundaan Penerbangan Oleh Bupati Nabire)

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Nabire, menunda sementara penerbangan Wings Air untuk rute Jayapura ke Nabire, pada tanggal 15 Juli 2020.

Menurut keterangan Station Manager Wings Air Nabire, Achmad Sanusi Yunus, rabu siang (15/07), kepada Nabire.Net,  penumpang tersebut dari Jayapura membawa dokumen rapid test yang hasilnya non reaktif. Setelah 3 hari berada di Nabire, penumpang tersebut mengalami demam dan dirawat, hingga dinyatakan positif Covid-19.

“Kami baru tahu informasinya tadi malam dari Pak Sekda dan Pak Dokter Sayori (Jubir Satgas Covid-19 Nabire). Menurut keterangan yang kami terima, penumpang ini tiba di Nabire tanggal 8 lalu 3 hari kemudian dia merasa demam dan dibawa ke salah satu klinik di Nabire. Dari situ dia dibawa ke RSUD Nabire,” urai Achmad.

Lanjut Achmad, saat ini tim Satgas Covid-19 Nabire tengah melakukan rapid test kepada semua penumpang pesawat Wings Air yang tiba di Nabire tanggal 8 Juli tersebut.

[Nabire.Net/Humas Pemkab Nabire]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *