INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Penemuan Individu Baru Hiu Paus di Teluk Cenderawasih, Upaya Konservasi Laut Papua

Penemuan Individu Baru Hiu Paus di Teluk Cenderawasih, Upaya Konservasi Laut Papua

(Penemuan Individu Baru Hiu Paus di Teluk Cenderawasih, Upaya Konservasi Laut Papua)

Nabire, (13/06/2024) – Dalam momen World Ocean Day pada 8 Juni, PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil menemukan individu baru hiu paus di Area Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), Kwatisore, Kabupaten Nabire. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya konservasi laut di wilayah tersebut.

Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Muhammad Aryomekka Firdaus, dalam siaran pers di Jayapura, Selasa (11/06/2024), menyatakan bahwa hasil monitoring ini adalah hadiah spesial untuk keberlanjutan hayati di lautan. “Hasil monitoring di lapangan menunjukkan adanya individu-individu baru hiu paus di kawasan TNTC, sehingga jumlah populasinya meningkat,” ujarnya.

Sumaryono, Pengendali Ekosistem Habitat Seksi Pengelolaan TNTC Wilayah 1 Kwatisore, mengungkapkan bahwa data awal populasi hiu paus adalah 195 ekor. Setelah monitoring bersama pada November 2023, ditemukan individu baru, meningkatkan jumlahnya menjadi 203 hiu paus per Mei 2024. “Kami berharap agar angka ini terus bertambah untuk memonitoring populasi dan pergerakan hiu paus di area TNTC,” katanya.

Aryomekka menambahkan bahwa ini adalah hasil dari upaya bersama yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir dan merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut di perairan Indonesia Timur. “Kerja sama pengelolaan Whale Shark Center di Kwatisore mencakup program konservasi dan tagging hiu paus, Pertamina Ocean Warrior, pelatihan menyelam, dan desa energi berdikari,” jelasnya.

Selain monitoring, upaya konservasi di TNTC juga dilanjutkan dengan proses tagging hiu paus. Sumaryono menjelaskan bahwa tagging dilakukan untuk merekam dan mengolah data perilaku hiu paus saat berada di perairan. “Data ini penting untuk mempelajari rute migrasi hiu paus di laut Papua dan menyesuaikannya dengan jalur pelayaran kapal PIS di wilayah Papua,” ujarnya.

Dengan adanya data ini, jalur pelayaran kapal dapat disesuaikan untuk menghindari gangguan pada jalur migrasi hiu paus. “Harapannya, data ini bisa diakses oleh kapal-kapal lainnya demi menjaga ekosistem kelautan,” tambah Sumaryono.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.