Kasus HIV Aids sudah seperti gunung es, yang nampak hanya sebagian kecil diatas permukaan air, namun sebaliknya yang tidak nampak jauh lebih besar didalam air. Untuk itu, Bupati Isaias Douw, S. Sos mengajak semua pihak untuk ikut memerangi penyakit yang mematikan ini di Kabupaten Nabire secara khusus.
Dikatakan Bupati yang diwakili Kabag Humas Setda Nabire, Syahruni, S.Sos, M.Si, disela-sela pemutaran film pembangunan dan sosialisasi bahaya HIV/Aids di Distrik Napan Sabtu lalu (07/06/2014), begitu tingginya penyebaran Virus HIV/Aids di Tanah Papua dan khususnya di daerah ini, disebabkan oleh kurangnya informasi-informasi yang sampai ke masyarakat dan kurangnya pemahaman tentang prilaku hidup beresiko serta rendahnya iman dan moral seseorang sehingga mudah terjerumus.
Hal ini apabila dibiarkan, lanjutnya, maka sudah barang tentu sangat berpengaruh terhadap kehidupan generasi penerus dimasa mendatang, dan menghambat pelaksanaan pembangunan umumnya. “Untuk mencapai tujuan dan harapan kita dalam melaksanakan pembangunan, tidak semudah yang kita bayangkan. Sebab berbagai kendala dan tantangan selalu hadir dihadapan kita, salah satunya adalah jumlah kasus penyebaran HIV/Aids ini,” tandasnya.
Ketakutan manusia terhadap penyakit ini erat kaitannya dengan fakta bahwa aids, selain ganas juga mematikan, penyebaran serta penularannya cenderung dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, dan dalam waktu yang singkat telah menjadi endemik yang menyebar keseluruh dunia, termasuk bumi cenderawasih yang kita cintai ini.
Dari data kesehatan di Provinsi Papua kasus HIV/Aids terus mengalami peningkatan dengan data per April lalu jumlah orang yang terinfeksi HIV Aids, khususnya di Nabire tercatat 3.589, terdiri dari HIV sebanyak 1.677 dan penderita Aids 1.912 kasus.
Data ini tidak menutup kemungkinan bahwa, jumlah penderita HIV/Aids di daerah ini jauh lebih banyak lagi, bila seluruh warga masyarakat mau dan sadar untuk memeriksakan dirinya. “Kasus HIV Aids adalah ibarat gunung es, yang nampak hanya sebagian kecil diatas permukaan air, namun sebaliknya tang tidak nampak jauh lebih besar didalam air,” menurutnya.
Untuk itu, pada kesempatan ini ada beberapa hal yang perlu kita lakukan terkait dengan ini, yakni perlu adanya upaya-upaya kita semua dalam mengurangi penularan HIV/Aids, dan kegiatan seperti inilah yang perlu ditingkatkan. Sebab maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah, selain untuk memberikan pemahaman sekaligus membekali kita semua terutama para peserta tentang bagaimana menghindari diri dari bahaya hiv/aids.
Pada kesempatan ini, saya harapkan kepada peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik – baiknya guna dapat menambah pemahaman dan pengetahuan dalah hal penanggulangan HIV/Aids, dan selanjutnya diharapkan disebarluaskan kepada seluruh warga masyarakat.
Diakhir sambutannya bupati berpesan, saya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Nabire, khususnya warga Distrik Napan, terutama yang hadir saat ini, untuk bekerja lebih keras, tingkatkan koordinasi dengan semua pihak terkait, untuk bersama-sama memerangi penyebaran penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya. Semoga lewat kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi kita semua untuk memerangi penyebaran HIV/Aids sebagai bagian dari upaya mensukseskan pembangunan di daerah ini.
Tinggalkan Komentar