INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pemuda dari 6 Distrik di Nabire Bersatu Tolak Tambang Emas, Minta Izin dan AMDAL Diperiksa

Pemuda dari 6 Distrik di Nabire Bersatu Tolak Tambang Emas, Minta Izin dan AMDAL Diperiksa

(Pemuda dari 6 Distrik Papua Tengah Bersatu Tolak Tambang Emas, Minta Izin dan AMDAL Diperiksa)
(Pemuda dari 6 Distrik Papua Tengah Bersatu Tolak Tambang Emas, Minta Izin dan AMDAL Diperiksa)

Nabire, 2 Juni 2026 – Sejumlah massa yang tergabung dalam Pro-Pemuda Antikapitalis menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Pasar Karang, Nabire, Papua Tengah, Selasa pagi (2/6) sekira pukul 08.00 WIT.

Aksi berlangsung aman dan kondusif dengan agenda penyampaian pernyataan sikap terkait aktivitas pertambangan emas yang beroperasi di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Dalam aksinya, massa yang mengatasnamakan pemuda peduli alam dan manusia dari Distrik Dipa, Menou, Siriwo, Topo, Yaro, dan Makimi menyampaikan penolakan terhadap aktivitas pertambangan emas yang dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengancam keberlanjutan sumber daya alam.

Mereka meminta aparat penegak hukum, kepolisian, pengadilan, lembaga bantuan hukum, serta instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pertambangan yang diduga belum memiliki kelengkapan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

Massa aksi juga menegaskan bahwa apabila ditemukan aktivitas tambang tanpa izin usaha pertambangan rakyat, persetujuan lingkungan, maupun dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), maka aparat diminta mengambil langkah hukum sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, peserta aksi meminta alat berat yang digunakan dalam aktivitas pertambangan seperti ekskavator dan peralatan pendukung lainnya untuk diamankan apabila terbukti digunakan dalam kegiatan yang tidak memiliki legalitas.

Koordinator Lapangan, Yandi Tagi, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan masyarakat Papua Tengah.

“Kami dari Pro-Pemuda Antikapitalis menolak aktivitas tambang emas yang dapat merusak sumber daya alam dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Aksi mimbar bebas berakhir dengan tertib dan damai. Para peserta berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Nabire.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.