Pemprov Papua Tengah Siapkan Rp6,3 Miliar untuk Latih 74 Orang Asli Papua
Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengalokasikan anggaran Rp6,3 miliar untuk program pelatihan keterampilan bagi 74 Orang Asli Papua (OAP). Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta agar memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja sekaligus membuka usaha secara mandiri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Papua Tengah, Frets James Boray, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengatasi pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Frets, peserta dibekali keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha produktif setelah menyelesaikan pelatihan.
“Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi, khusus bagi Orang Asli Papua, sehingga mampu memasuki dunia kerja maupun menciptakan usaha mandiri, serta secara bertahap mengurangi angka pengangguran,” kata Frets di Nabire, Jumat (9/10).
Pelatihan Digelar di Makassar dan Nabire
Program peningkatan kompetensi ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar serta Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Yayasan Pesat Nabire.
Dari total 74 peserta, sebanyak 56 orang mengikuti pelatihan di Makassar dengan empat bidang keahlian. Rinciannya, sembilan peserta mengikuti pelatihan servis telepon seluler, 19 peserta mengambil bidang menjahit, 13 peserta mengikuti pelatihan barista, dan 15 peserta mempelajari perbaikan motor tempel.
Sementara itu, 18 peserta lainnya mengikuti pelatihan komputer di Nabire melalui kerja sama dengan Yayasan Pesat.
Pemilihan berbagai bidang tersebut memberikan alternatif keterampilan bagi peserta untuk memasuki sejumlah sektor pekerjaan. Keahlian servis telepon seluler dan perbaikan motor tempel, misalnya, dapat menjadi modal membuka jasa perbaikan. Sementara keterampilan menjahit, barista, dan komputer dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan maupun merintis usaha sendiri.
Dari sisi pembiayaan, program ini didukung anggaran sebesar Rp4,8 miliar serta dana hibah Rp1,5 miliar. Dengan demikian, total dana yang disiapkan untuk pelaksanaan pelatihan mencapai Rp6,3 miliar.
Gubernur Minta Pelatihan Diikuti Peluang Usaha
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa pelatihan keterampilan perlu diikuti langkah konkret agar peserta mempunyai kesempatan memanfaatkan kemampuan yang telah diperoleh.
Menurut Meki, pemerintah tidak cukup hanya memberikan pelatihan, tetapi juga perlu membantu peserta mempersiapkan kebutuhan administratif untuk memulai usaha, termasuk dokumen perizinan.
“Kalau kita hanya latih setelah itu kembali, kan tidak dapat. Setelah diberi pelatihan, kita juga siapkan dokumen perizinan, sehingga selanjutnya mereka bisa membuat usaha,” ujar Meki.
Ia menilai, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan akan lebih bermanfaat apabila diikuti kemauan untuk bekerja keras, ketekunan, dan keberanian memulai usaha. Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti pada tahap memperoleh sertifikat atau menyelesaikan pelatihan, tetapi mampu mengembangkan kompetensinya menjadi sumber penghasilan.
Hadirkan Inspirasi Karier bagi Anak Papua
Selain pelatihan teknis, Pemprov Papua Tengah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan wawasan generasi muda mengenai peluang karier dan ekonomi kreatif.
Meki menyampaikan rencana mengundang dua pemuda Papua yang berhasil membangun karier di luar daerah pada 14 Oktober. Salah satunya bekerja sebagai sopir truk besar lintas negara bagian di Amerika Serikat, sedangkan pemuda lainnya bekerja sebagai petugas layanan pelanggan atau customer service di United Airlines.
Kehadiran keduanya diharapkan memberikan gambaran nyata kepada peserta bahwa anak-anak Papua memiliki kesempatan mengembangkan karier di berbagai bidang apabila mempunyai keterampilan, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar.
Gubernur juga mengingatkan bahwa pemerintah berperan menyediakan fasilitas dan kesempatan, sedangkan keberhasilan peserta membutuhkan keseriusan dalam menjalani proses.
“Pelatihan ini harus dimanfaatkan betul-betul. Jangan main-main. Kehidupanmu ditentukan oleh proses sendiri untuk masa depan. Kita hanya memfasilitasi, tetapi mau sukses atau tidak, kembali ke kau dan kembali ke Tuhan,” katanya.
Melalui program ini, Pemprov Papua Tengah berharap peserta mampu meningkatkan daya saing dan memanfaatkan keterampilan untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha mandiri. Keberhasilan program selanjutnya akan bergantung pada pemanfaatan kompetensi oleh peserta serta dukungan lanjutan dalam membuka peluang kerja dan pengembangan usaha.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar