Pemkab Nabire Percepat Perbaikan Irigasi untuk Genjot Produksi Padi
Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, terus memperkuat infrastruktur pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Salah satu langkah yang tengah dipercepat adalah rehabilitasi serta pemeliharaan jaringan irigasi tersier yang mengalirkan air hingga ke lahan pertanian masyarakat.
Program tersebut menyasar sekitar 25 kelompok tani yang berada di tiga distrik, yakni Makimi, Nabire Barat, dan Wanggar. Perbaikan jaringan diharapkan membuat distribusi air ke area persawahan menjadi lebih optimal sehingga kegiatan budidaya tanaman pangan dapat berlangsung lebih baik.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si., mengatakan pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam penanganan jaringan irigasi tersier. Bentuk pekerjaan disesuaikan dengan kondisi infrastruktur di lapangan.
Menurut Yasor, pekerjaan tersebut tidak hanya berupa pembangunan atau penggantian saluran, tetapi juga mencakup pemeliharaan jaringan yang sudah ada.
“Bisa pemeliharaan, bisa perbaikan jaringan saluran yang mengalami kerusakan, lalu kemudian perbaikan pintu-pintu air,” kata Yasor kepada awak media seusai menghadiri peringatan HUT ke-81 RRI di Aula RRI Nabire, Jumat (11/9/2026).
Distribusi Air ke Sawah Jadi Perhatian
Perbaikan jaringan tersier menjadi bagian penting karena saluran tersebut membawa air lebih dekat ke lahan pertanian. Kondisi jaringan yang mengalami kerusakan dapat membuat pasokan air tidak merata dan mengganggu aktivitas petani.
Yasor menjelaskan, rehabilitasi dilakukan dengan tujuan agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
“Dalam rangka untuk mengoptimalkan air itu bisa sampai ke lahan-lahan,” ujarnya.
Di kawasan Daerah Irigasi Kalibumi, penanganan jaringan dilakukan berdasarkan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Jaringan primer dan sekunder di kawasan tersebut saat ini ditangani oleh Balai Wilayah Sungai. Sementara itu, jaringan tersier hingga jaringan yang masuk lebih dekat ke areal pertanian menjadi bagian yang ditangani Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pertanian.
Pemerintah menargetkan jaringan primer dan sekunder di kawasan Kalibumi mulai menjalani pengujian aliran pada Senin, 14 September 2026. Jika sistem kembali berfungsi secara optimal, pasokan air diharapkan dapat mendukung aktivitas petani, khususnya untuk kegiatan penanaman padi.
Pengembangan Padi Menyasar 567 Hektare
Perbaikan irigasi tidak berdiri sendiri. Pemkab Nabire juga menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya Program Pengembangan Padi PM-AAS Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut direncanakan mencakup sekitar 567 hektare lahan yang berada di Distrik Makimi, Nabire Barat, dan Yaro.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah mendorong penggunaan metode tanam yang lebih efisien. Salah satunya melalui sistem tanam benih langsung (tabela) yang dipadukan dengan pola jajar legowo.
Penerapan metode tersebut diharapkan dapat meningkatkan populasi tanaman dalam satuan luas sekaligus mendukung peningkatan hasil produksi.
Dari sisi operasional, metode tanam tersebut juga dinilai memiliki keuntungan karena dapat menekan kebutuhan tenaga kerja. Selain itu, penggunaan air dapat dibuat lebih efisien karena proses penanaman tidak mengharuskan kondisi lahan dalam keadaan tergenang.
Potensi 1.300 Hektare Sawah Baru
Selain mengoptimalkan lahan yang sudah ada, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan pengembangan areal persawahan baru melalui Program Cetak Sawah Rakyat.
Potensi pengembangan yang telah diidentifikasi mencapai sekitar 1.300 hektare. Pada 2026, tahapan survei investigasi dan desain untuk lahan tersebut telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengembangan kawasan.
Langkah ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan pertanian Nabire tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi melalui teknologi, tetapi juga melalui penguatan infrastruktur serta perluasan lahan pertanian.
Dengan demikian, rehabilitasi irigasi, pengembangan teknologi budidaya, dan pembukaan potensi lahan baru menjadi rangkaian kebijakan yang saling berkaitan.
Petani Diharapkan Lebih Produktif
Bagi masyarakat petani, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan budidaya. Karena itu, membaiknya jaringan irigasi diharapkan dapat memberikan kepastian yang lebih baik dalam pengelolaan lahan.
Pemerintah Kabupaten Nabire menargetkan berbagai program tersebut mampu memperkuat kawasan yang selama ini dikembangkan sebagai sentra produksi padi.
Jika jaringan irigasi dapat berfungsi secara optimal, ditambah penerapan metode tanam yang lebih efisien serta bertambahnya areal persawahan produktif, peluang peningkatan produksi padi di Nabire semakin terbuka.
Untuk tahap berikutnya, perhatian pemerintah akan diarahkan pada memastikan pekerjaan rehabilitasi berjalan sesuai kebutuhan lapangan serta memastikan program pengembangan padi dapat diterapkan secara efektif di tingkat petani.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Nabire untuk membangun sektor pertanian yang lebih produktif sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam memenuhi kebutuhan pangan di daerah.
[Nabire.Net/Musa Boma]





Tinggalkan Komentar