INFO NABIRE
Home » Blog » Pemkab Nabire dan TNI Bangun Gereja serta Sumur Bor Lewat TMMD

Pemkab Nabire dan TNI Bangun Gereja serta Sumur Bor Lewat TMMD

(Pemkab Nabire dan TNI Bangun Gereja serta Sumur Bor Lewat TMMD)
(Pemkab Nabire dan TNI Bangun Gereja serta Sumur Bor Lewat TMMD)

Nabire, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyasar pembangunan gereja, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penyediaan lima sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Program yang melibatkan 150 personel lintas instansi ini juga mencakup edukasi pengelolaan sampah, penyuluhan kesehatan, dan pembinaan wawasan kebangsaan.

Program tersebut resmi dibuka di Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Selasa (13/10/2026). Pelaksanaannya melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan di wilayah perdesaan.

Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto, mengatakan bahwa TMMD dirancang melalui kolaborasi berbagai instansi agar pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan pengetahuan masyarakat.

“Semuanya kita libatkan karena ini bareng-bareng kita membangun desa,” kata Dwi seusai pembukaan TMMD di Wanggar Sari.

Bangun Gereja dan Perbaiki Rumah Warga

Pada sasaran fisik, program TMMD mencakup pembangunan Gereja Rehebot di SP B Wanggarsari. Selain itu, terdapat rehabilitasi atau pembangunan tiga unit rumah tidak layak huni serta pembuatan lima sumur bor untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi warga.

Pembangunan Gereja Rehebot menjadi salah satu perhatian dalam program tersebut. Menurut Bupati Nabire, Mesak Magai, pembangunan gereja yang sebelumnya dikerjakan secara mandiri oleh jemaat akan dituntaskan melalui TMMD dalam waktu 30 hari.

Keterlibatan pemerintah daerah dan TNI diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan tersebut sehingga fasilitas rumah ibadah dapat dimanfaatkan oleh jemaat.

Bupati Mesak mengapresiasi dukungan TNI, Polri, dan instansi terkait dalam membantu pembangunan daerah, khususnya di wilayah yang berada di luar kawasan perkotaan.

Wanggar Jadi Percontohan Bank Sampah

Selain pembangunan fisik, TMMD di Distrik Wanggar juga menyasar peningkatan kesadaran masyarakat melalui program nonfisik. Kegiatannya meliputi edukasi pengelolaan sampah, pembinaan wawasan kebangsaan, dan penyuluhan kesehatan.

Untuk pengelolaan lingkungan, Kodim 1705/Nabire bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkenalkan program bank sampah. Masyarakat akan didorong memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti botol bekas.

Distrik Wanggar direncanakan menjadi lokasi percontohan program tersebut selama satu bulan sebelum diterapkan di kampung-kampung lainnya.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah yang dapat didaur ulang atau memiliki nilai jual.

Program bank sampah juga menjadi salah satu upaya menghubungkan edukasi lingkungan dengan peluang ekonomi masyarakat. Namun, keberlanjutannya akan bergantung pada partisipasi warga serta pengelolaan yang konsisten setelah masa percontohan berakhir.

Pemkab Nabire Siapkan Program Lanjutan

Dandim 1705/Nabire menjelaskan, Distrik Wanggar dipilih sebagai lokasi pelaksanaan TMMD berdasarkan arahan Bupati Nabire setelah dilakukan komunikasi mengenai kebutuhan pembangunan dan kondisi lingkungan yang perlu mendapat perhatian.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Nabire berencana melanjutkan program serupa pada tahun depan dengan menyasar dua wilayah lainnya. Rencana tersebut diharapkan memperluas jangkauan pembangunan berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat.

Mesak Magai berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kerja sama agar kegiatan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat langsung bagi warga.

Setelah pembangunan Gereja Rehebot selesai, pemerintah daerah juga merencanakan peresmian dengan melibatkan TNI dan Polri.

Melalui TMMD, pembangunan di Distrik Wanggar diharapkan tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik, tetapi juga mendorong peningkatan akses air bersih, kualitas lingkungan, kesadaran kesehatan, dan semangat kebangsaan.

Keberhasilan program tersebut selanjutnya akan ditentukan oleh penyelesaian sasaran pembangunan serta keterlibatan masyarakat dalam merawat fasilitas dan melanjutkan kegiatan pemberdayaan setelah TMMD berakhir.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.