Pemkab Deiyai Akan Bangun Sekolah Satu Atap Berpola Asrama
Deiyai – Dalam rangka mendukung majunya pendidikan di kabupaten Deiyai, Pemkab Deiyai melalui Dinas Pendidikan akan menerapkan pembangunan sekolah satu atap berpola asrama di Deiyai.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Sosialiasi Pembangunan Sekolah Satu Atap Berpola Asrama yang dipimpin Bupati Deiyai, Ateng Edowai, bertempat di Aula DPRD Deiyai, Senin (27/05).
Hadir dalam kegiatan ini Sekda Deiyai, Marthen Ukago, Kadis Pendidikan Dediyai, nara sumber dari LPMP masing-masing Drs. Adrian Howay, M.Pd, Drs. Elisa Gaspersz, MPd, Sigit utomo, M.Pd, Gendro Mulyono, M.Pd, Kusfiatun, S.Pd, Fatkurohmah, M.Pd dan para tenaga guru se Kabupaten Deiyai.
Dalam sambutannya, Bupati Ateng Edowai mengapresiasi Dinas Pendidikan Deyai yang berencana menggelar Sosialiasi ini. Hal ini selaras dengan prioritas Bupati dan Wakil Bupati Deiyai di 100 hari pertama program kerja.
“Kabupaten Deiyai adalah Kabupaten yang pertama kali menjemput pendidikan dari Kabupaten lain dimana Deiyai adalah gerbang masuknya injil setelah injil masuk di Deiyai pendidikan mulai dilaksanakan. Saya berharap SDM Deiyai kedepannya sangat berkualitas dan potensial untuk membangun kabupaten Deiyai sendiri,” ujar Ateng Edowai.
Menurut Ateng, Pemda Deiyai telah melakukan MOU dengan beberapa lembaga pendidikan baik dalam maupun luar Negeri. Seperti lembaga pendidikan dari Negara Rusia yang akan bekerjasama dalam pendidikan bahasa asing.
Selain itu pihak Pemda juga telah melaksanakan MOU dengan UGM yang merupakan salah satu Universitas ternama di Indonesia.
“Saya berkeinginan selain membangun infrastruktur fisik, saya juga berkomitmen untuk memajukan dunia pendidikan di Deiyai. Sehingga kedepanya SDM Deiyai semakin berkualitas,” harap Ateng.
Sementara itu, Ketua LPMP Prov. Papua Drs. Adrian Howay, M.Pd dalam sambutannya sangat mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati Deiyai yang telah mencetuskan gerakan membangun kualitas pendidikan di daerahnya. Hal tersebut sangat penting guna meningkatkan mutu masyarakat dalam dunia pendidikan, kedepanya program-program ini akan memberikan peluang serta akses luas kepada anak-anak Deiyai untuk mengenyam pendidikan.
“Harapan kami kedepannya Deiyai dapat menerapkan program wajib belajar 9 tahun sesuai dengan program yang sudah dicanangkan dari tahun 1994 dimana program tersebut diperkirakan tuntas pada tahun 2004 namun sampai saat ini belum bisa dituntaskan,” ujar Adrian.
Adrian berharap pendidikan wajib 12 tahun dapat dilaksanakan di Deiyai olehnya itu, dukungan dan kerja sama yang baik antara pihak terkait dengan Pemda Deiyai sangat diperlukan guna menunjang dan menuntaskan semua program di bidang pendidikan.
[Nabire.Net/Christian Degei]
Tinggalkan Komentar