Pemerintah Provinsi Papua Tengah Bentuk 4 Satgas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat

Mimika, 5 September 2023 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mengambil langkah proaktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membentuk empat Satuan Tugas (Satgas) yang fokus pada berbagai masalah krusial.
Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM, mengungkapkan komitmen kuat pemerintah provinsi dalam melaksanakan program prioritas pemerintah pusat, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem, stunting, inflasi, dan pengangguran.
Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan regulasi terkait pembentukan Satgas ini. Dr. Ribka Haluk telah memerintahkan Staf Ahli Gubernur untuk memastikan segala kebutuhan dan persiapan tim Satgas. Dalam upaya memastikan kelancaran proses, Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diminta bertanggung jawab dalam menyusun tim teknis yang akan terlibat dalam Satgas.
“Kami saat ini tengah menyusun konsep penanganan di masing-masing Satgas, sambil menunggu pelantikan resmi. Kami juga merencanakan konsep identitas Satgas, termasuk pakaian, untuk memungkinkan masyarakat mengenali tim yang akan beraksi di lapangan,” ungkap Ribka Haluk.
Menurut data yang saat ini ada, terdapat 2.671 orang yang terdampak stunting di Provinsi Papua Tengah, walaupun data tersebut masih perlu dikaji ulang mengingat dua kabupaten, yakni Intan Jaya dan Dogiyai, belum memiliki data yang akurat. Dalam upaya mengatasi stunting, pemerintah akan melibatkan pemuda yang belum bekerja untuk mengurangi angka pengangguran yang saat ini mencapai 5.000 orang.
Ribka Haluk juga mengungkapkan bahwa menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat sekitar 169.538 orang masyarakat di Papua Tengah yang berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem. Oleh karena itu, diharapkan bahwa Satgas ini dapat membantu menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Pemerintah berencana menggandeng sekitar 200 orang dalam Satgas ini, yang akan bekerja keras selama tiga bulan ke depan. Anggota Satgas akan terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dari instansi teknis dan juga melibatkan pemuda yang belum bekerja serta elemen masyarakat lainnya.
Ribka Haluk mengucapkan terima kasih kepada PT. Freeport Indonesia atas komitmennya dalam membantu berbagai aspek, baik keuangan, materi, moral, maupun menjadi mitra yang berpengaruh dalam upaya penanganan stunting dan pengangguran. Ia juga berharap bahwa anak-anak muda dapat diberikan pelatihan keterampilan untuk mempersiapkan mereka menjadi tenaga kerja yang produktif.
Executive Vice President Sustainabel Development PT. Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menjelaskan bahwa perusahaan ini telah memprioritaskan penanganan stunting sebagai bagian dari upaya CSR mereka. Selain itu, mereka juga berfokus pada penyediaan air bersih dan pemberantasan malaria, yang berdampak pada kesehatan ibu hamil dan janinnya. Freeport juga terus berdiskusi dengan pihak pemerintahan untuk memastikan intervensi yang cepat dan tepat.
Penyerahan 3.000 paket bantuan program percepatan penurunan stunting oleh PT. Freeport Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga berlangsung dengan sukses. Total bantuan yang telah diserahkan mencapai 6.000 paket, yang terdiri dari bahan makanan pokok bernutrisi. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada upaya penanganan stunting di wilayah tersebut.
[Nabire.Net]





Leave a Reply