INFO PAPUA
Home » Blog » “Pemerintah Meepago Jangan Mainkan Masyarakat Meepago Secara Sistematis”

“Pemerintah Meepago Jangan Mainkan Masyarakat Meepago Secara Sistematis”

"Pemerintah Meepago Jangan Mainkan Masyarakat Meepago Secara Sistematis"
(Penulis, Antonius Boma)

Nabire, Sedikit dari seribu kerinduan yang saya pernah rindukan saat merenungkan kembali perjalanan hidup yang saya lewati sambil membayangkan perkembangan kehidupan sehari-hari dalam berbagai sektor di wilayah meepago pada umumnya seluruh pelosok negeri West Papua dari Sorong sampai Samarai.

“Yang saya kupas sedikit dari ribuan problem ini, saya rasa kawan-kawan juga pernah mengalami atau membayangkan hal yang sama namun saya mengajak anda untuk membaca sampai selesainya.

“Karena anda tanpa membaca opini ini sampai selesai, berarti anda tidak tahu atau tidak menemukan isi tulisan atau opini yang sebenarnya.

Yang saya kupas dari judulnya: bahwasannya pemerintah pada umumnya adalah wakil Allah yang kami kenal dari dulu hingga sekarang.

“Dalam pemerintahan itu sendiri terdiri dari berbagai elemen yang selalu menonjol.  Dalam berbagai elements itu, ada dua elemen yang selalu terkemuka atau terdepan dikalangan masyarakat Papua pada hal ada ada 3 lembaga yang kelola negara kolonial Indonesia ini.

“Yang paling terdepan di wilayah west Papua adalah eksekutif dan legislatif. Kalau yudikatif juga tapi itu agak kurang merebut atau melamar kerja dalamnya. Tidak tahu kenapa orang asli Papua kurang melamarnya. Marilah kami bersama-sama tanyakan kepada rumput yang sedang bergoyang”.

Yang terpenting dilakukan oleh pengguna eksekutif dan legislatif wilayah Meepago adalah mengawasi rakyat seutuhnya. Mengawasi yang saya maksud adalah eksekutif dan legislatif harus Menolak yang merugikan atau membayangkan masyarakat dan menerima yang  menguntungkan rakyat itu sendiri.

“Karena kedatangan pemerintah daerah adalah hanya karena rakyat dan kalian adalah utusan Allah dan rakyat sebab pemerintah daerah adalah perantara.

Untuk itu, seharusnya pemerintah daerah khususnya wilayah meepago jangan memainkan rakyat dengan mengadakan permainan atau mengadakan pertandingan ini dan itu untuk membunuh psikologi dan rasional yang selalu mendidih yang dimiliki oleh generasi penerus bangsa khususnya wilayah Meepago.

  • Kenapa saya bilang demikian….?

Pertandingan sepak bola yang sedang adakan di kabupaten Nabire dan Dogiyai ini sangat bagus bagi penguasa dan segelintir orang atas alasan yang didasarkan bahwa mencari bibit pemain muda untuk menghidupkan Persatuan Sepakbola Nabire disingkat menjadi “PERSINAB”, dan mencari kekerabatan antara satu sama lain atau mencari bagaimana menyatukan solidaritas antara bangsa namun sangat disayangkan bagi rakyat Papua, sebab rasisme selalu dibabatkan  kami dari Tahun ke tahun. Itu faktanya.

“Karena setelah pertandingan dimulai lalu satu “1” hari kemudian, diadakan pertemuan dengan agenda Pemekaran Provinsi Papua Tengah jadikan ibu kota kabupaten Nabire, itulah yang mereka lakukan saat itu di salah satu hotel di Nabire.

“Jadi demi melancarkan berbagai kegiatan atau pertemuan diantaranya PRO PEMEKARAN PROVINSI PAPUA TENGAH yaitu seluruh eksekutif dan legislatif wilayah meepago bersama anggota DPR-RI Komisi II.

“Untuk membunuh psikologi rakyat, pemuda, pelajar, mahasiswa, intelektual, wilayah meepago,  pemerintah kabupaten Nabire dan Dogiyai mengadakan pertandingan Bupati cup yang ke I di Nabire dan PARTAI SOLIDARITAS  INDONESIAPSI” di Kabupaten Dogiyai.

Menyangkut pertemuan dengan seluruh pejabat meepago “eksekutif dan legislatif bersama anggota DPR RI diatas ini, mereka adakan rapat dengan aman dari kabupaten Nabire di hotel Mahavira Nabire west Papua.

Sedikit saya kutip dari media online wagadei.com bahwa “wartawan media cetak dan online Jubi dan pimpinan redaksi (Pimred) media online wagade.com, Abeth You, melaporkan dirinya dilarang meliput pertemuan pembahasan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) provinsi Papua antara para bupati dan anggota DPRD sewilayah Meepago dengan ketua Komisi II DPR RI yang dilangsungkan pada hari ini, Senin (7/3/2022), di hotel Mahavira, Nabire”.

Waktu itu, pagi sekitar jam 11:00 siang, senior Wartawan dari wilayah meepago atas nama Abeth You ditolak oleh pihak keamanan Indonesia.

“Lalu sekitar pukul 13.00 WIT, beberapa orang kesana namun kami pun diusir bagaikan anjing liar oleh polisi, jadi kami pulang ke rumah untuk membayangkan masalah itu. Sebab ada waktu untuk membayangkan namun tak ada untuk berikan kesempatan atau menyampaikan pendapat dan atau menyaksikan pertemuannya.

Untuk itu, anak muda yang sedang sadar atas realitas kehidupan di west Papua ini dia akan diam ketika ada seorang memainkan atau merasa mematikan psikologinya.

“Karena mematikan psikologinya oleh orang lain “penjajah” maka anda akan menuruti perintahnya lalu akan sakit ketika dilepaskannya.

Oleh karena itulah anak muda Papua khususnya wilayah Meepago harus sadar atas kenyataan ini. Jika anda tak sadar tanpa membayangkan suatu hal maka anda mudah ditipu oleh orang lain.

Untuk itu, akhir dari tulisan ini saya tak lupa menyampaikan bahwa perjuangan kami belum berakhir, bangkit dan lawan sampai titik darah pun penghabisan.

Intinya tolak seluruh pemekaran wilayah Papua termasuk pemekaran provinsi Papua Tengah karena sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Tn. Filip Karma dalam tulisan bahwa kami merindukan pemekaran negara bukan pemekaran provinsi kolonial Indonesia itu.

*Penulis : Antonius Boma

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.