INFO PAPUA PEGUNUNGAN
Home » Blog » Pembangunan Gereja KINGMI Yerusalem Mbua Dimulai, Bupati Nduga Kucurkan Rp1 Miliar

Pembangunan Gereja KINGMI Yerusalem Mbua Dimulai, Bupati Nduga Kucurkan Rp1 Miliar

(Pembangunan Gereja KINGMI Yerusalem Mbua Dimulai, Bupati Nduga Kucurkan Rp1 Miliar)
(Pembangunan Gereja KINGMI Yerusalem Mbua Dimulai, Bupati Nduga Kucurkan Rp1 Miliar)

Nduga, Jemaat Gereja Kemah Injil (KINGMI) Yerusalem di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, memulai pembangunan rumah ibadah baru melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026. Momen tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi jemaat untuk menghadirkan fasilitas ibadah yang lebih layak sekaligus memperkuat pelayanan gereja di wilayah tersebut.

Panitia pembangunan bersama tokoh gereja dan masyarakat mengikuti ibadah syukur sebelum memulai prosesi peletakan batu pertama. Suasana penuh sukacita menyertai rangkaian kegiatan yang menandai dimulainya pembangunan fisik Gereja KINGMI Yerusalem Mbua.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja KINGMI Yerusalem Mbua, Yorince Lokbere, S.I.Kom, menyampaikan bahwa pembangunan gereja memperoleh dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Nduga.

“Sumber anggaran berasal dari bantuan Bupati Nduga, Bapak Yoas Beon, S.IP, sebesar Rp1 miliar. Panitia juga telah merencanakan pembangunan gereja dengan konstruksi setengah beton. Kami menargetkan pembangunan dapat selesai dalam waktu sekitar dua bulan,” ujar Yorince Lokbere.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dorongan besar bagi panitia untuk segera merealisasikan pembangunan gereja yang selama ini menjadi harapan jemaat. Selain dukungan pemerintah daerah, panitia juga mengajak seluruh warga gereja untuk berpartisipasi melalui doa, tenaga, maupun bentuk dukungan lainnya agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana.

Gedung gereja yang akan dibangun menggunakan konsep konstruksi setengah beton. Panitia memilih desain tersebut agar bangunan memiliki ketahanan yang baik sekaligus mampu menyesuaikan dengan kondisi geografis di Distrik Mbua.

Pembangunan rumah ibadah ini tidak hanya bertujuan menyediakan tempat beribadah yang lebih representatif, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pembinaan rohani, pelayanan sosial, dan kegiatan kemasyarakatan bagi jemaat KINGMI di wilayah Mbua.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran gereja memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan iman sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Oleh karena itu, dimulainya pembangunan Gereja KINGMI Yerusalem mendapat sambutan positif dari jemaat yang telah lama menantikan terwujudnya gedung gereja baru.

Di berbagai daerah di Papua Pegunungan, pembangunan rumah ibadah umumnya terlaksana melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, gereja, dan masyarakat. Dukungan tersebut menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Panitia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Apabila proses konstruksi sesuai jadwal, gedung Gereja KINGMI Yerusalem Mbua diproyeksikan selesai dalam waktu sekitar dua bulan sehingga dapat segera digunakan sebagai tempat ibadah dan berbagai kegiatan pelayanan jemaat.

Ke depan, panitia akan terus mengawasi pelaksanaan pembangunan agar kualitas bangunan sesuai dengan perencanaan. Mereka juga membuka ruang partisipasi bagi seluruh jemaat dan masyarakat yang ingin mendukung penyelesaian pembangunan gereja demi mewujudkan rumah ibadah yang kokoh, nyaman, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.