(Banjir yang melanda Distrik Makimi, Agustus 2013)
Pembangunan bronjong di bantaran Sungai Mosairo yang saat ini sedang dilakukan pembangunannya oleh pihak kontraktor, semestinya harus ditambah lagi hingga 2 Km dari jembatan besar sungai Mosairo dan ke atasnya hingga pintu air Bendungan Irigasi Mosairo yang terletak di Kampung Lagari Jaya.
Karena dari pembangunan bronjong ke atas maupun kebawa Sungai Mosairo terdapat sejumlah lahan pertanian kedelai maupun sawah padi dan juga ruas jalan raya. Sehingga dikuatirkan akan terjadi erosi hingga ke jalan raya maupun ke lahan pertanian warga. Jika ada hujan dan terjadi banjir tahunan yang kerap terjadi pada akhir dan awal tahun.
Mewakili masyarakat Distrik Makimi, Kepala Kampung Makimi, Matias Sakwatorey belum lama ini menuturkan, pembangunan bronjong yang kini dilakukan di bantaran Sungai Mosairo sesungguhnya masih sangat kurang. Karena ada sebagian besar ruas jalan dan lahan petani yang kini siap menjadi ancaman terkena banjir.
Sehingga diharapkan pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Nabire agar turun lapangan melakukan survey lagi dan mengusulkan dalam program tahun 2015. Jika ini tidak dilakukan pembangunan berkelanjutan dari apa yang telah ada, maka jalan akan putus dan akses perekonomian masyarakat pun juga ikut terputus. Karena kita sama tahu jalan dan jembatan merupakan urat nadi perekonomian.
Dan sebagai aparatur pemerintah yang paling terendah di daerah ini sudah sangat bangga atas pembangunan bronjong yang kini dilakukan pembangunannya. Namun pembangunan bronjong tersebut belum pada semua titik kerawanan banjir tahunan yang kerap terjadi pada akhir dan awal tahun dan rata–rata membuat petani gagal panen.
Tinggalkan Komentar