Peletakan Batu Pertama Situs Pekabaran Injil Di Maudori, Pemkab Biak & Supiori Harus Bersinergi
(Dok.Humas Biak Numfor)
Pembangunan situs pekabaran injil di Maudori, Klasis Supiori Utara, menjadi pergumulan panjang semua masyarakat, baik warga masyarakat kabupaten Supiori maupun warga kabupaten Biak Numfor.
Untuk mewujudkan pergumulan tersebut, Badan Pekerja AM Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah III, melakukan peletakan baru pertama pembangunan situs pekabaran injil di Maudori, sekaligus pelantikan dan pengukuhan Panitia Pembangunan, yang dilaksanakan pekan lalu (6/9).
Seperti dilansir Nabire.Net dari Humas Kabupaten Biak Numfor, hadir dalam acara tersebut Pdt. Michael Kapisa dari BP AM Sinode GKI Wilayah III, Sekda Biak Numfor, Markus Mansnembra, Wakil Bupati Supiori, Onesias Rumere, dan Dewan Adat Biak.
Dalam sambutannya, Pdt. Michael Kapisa, mengingatkan Pemda Biak dan Supiori bisa bersinergi dan bersatu guna mewujudkan pembangunan situs pekabaran injil tersebut. Selain itu dibutuhkan doa dan dukungan dari semua umat yang ada agar pada April 2019, situs pekabaran injil tersebut sudah bisa digunakan.
Sekda Biak Numfor, Markus Mansnembra dalam pernyataannya siap mendukung pembangunan situs pekabaran injil Maudori. Untuk besaran dana, akan dibicarakan dan ditentukan oleh Bupati Biak Numfor dan Bupati Supiori.
“Hukum Maudori tanpa alas kaki, jadi wajib dilakukan”, tegas Markus Mansnembra disambut tepuk tangan dari undangan dan warga masyarakat yang hadir.
Senada dengan Markus Mansnembra, Wakil Bupati Supiori, Onesias Rumere, siap mendukung pembangunan situs pekabaran injil Maudori, mengingat sejarah panjang dari para perintis injil bisa menjadi contoh bagi masyarakat.
Dalam acara ini juga dilaksanakan pelepasan hak atas tanah adat ulayat dari 7 Kepala Suku yaitu Kafiar dari kampung Napisndi, Sarawan dari Distrik Supiori Barat, Rumainum, Rumabur, Fainsenem, dan Sawor dari Kabupaten Supiori, dan diserahkan kepada BP AM Sinode GKI di Tanah Papua.
Acara juga diisi dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Brury Wutwensa dan diisi sejumlah puji-pujian, salah satunya paduan suara gabungan seluruh pendeta dari wilayah III Biak-Supiori.
Wakil Ketua DPRD Biak Numfor Godlief J.W.Kawer turut hadir bersama sejumlah pejabat lainnya dari Biak dan Supiori.
[Nabire.Net]
Rehabean Mansnandifu
sylm,
Maudori, merupakan awal peradaban religi di dataran supiori dan mengalir hingga ke pulau biak melalui penginjilan yang dibawah dan dikumandankan oleh FYS.Rumainum dengan harapan dan keyakinan sungguh untuk sebuah perubahan. Semangat perubahan yang dilakukan sosok penginjil dilakukan dengan iklas, tekat keras, jujur, dan setia demi sebuah cita-cita agung yaitu suku byak mengenal dan melaksanakan ajaran yesus kristus pembawa damai. situs sejarah pendaratan injil di maudori meninggalkan banyak bukti sebagai saksi bisu yang selalu mengingatkan suku byak khusunta dan umat gereja untuk menaikan syukur atas berkat dan karunia yang diberikanNya sehingga kita diberi kedamaian dalam melanjutkan semangat perubahan yang telah diwariskan oleh tokoh penginjil dalam aktivitas pembangunan di kabupaten Supiori dan Biak Numfor. Pembangunan situs sejarah PI di Maudori bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, gereja, dan adat namun menjadi tanggung jawab kita sebagai umat Tuhan. Sehingga kita patut memberikan kontribusi sesuai dengan profesi kita tanpa mengurangi nilai keaslian PI (pekabaran Injil). Keaslian situs PI akan selalu dikenang sebagai motivasi dalam mengenang dan merasakan kuasaNya. Dengan demikian pembangunan situs PI Maudori diharapkan akan membawa dampak positif dalam membangun mental spiritual suku byak tetapi juga menjadi tujuan kunjungan wisata rohani yang akan menjadikan maudori situs PI Maudori menjadi destinasi wisata religi khususnya kabupaten Biak Numfor dan Kab.Supiori dan Papua secara umum. Pembukaan aksesbilitas dalam menyokong situs PI Maudori diharapkan akan mendorong percepatan pembangunan yang akan memberikan nilai positif dalam memajukan dunia pariwisata kepada kedua kabupaten kelak (Biak dan Supiori). Salam, Remans