INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pelajar SMA Negeri 1 Nabire Tampilkan Kerajinan Budaya Papua di Festival Cahaya Kreasi Pelajar 2026

Pelajar SMA Negeri 1 Nabire Tampilkan Kerajinan Budaya Papua di Festival Cahaya Kreasi Pelajar 2026

Nabire, 25 Juni 2026 – Festival Cahaya Kreasi Pelajar dan Kebudayaan Papua Tengah 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya Papua. Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah siswa SMA Negeri 1 Nabire yang memamerkan berbagai kerajinan tangan bernilai budaya tinggi.

Max Ismail Eriksen Rumatrai, siswa SMA Negeri 1 Nabire, mengatakan bahwa setiap karya yang dipamerkan dan dijual dalam festival tersebut membutuhkan proses pengerjaan yang cukup panjang dan penuh ketelitian.

Menurut Max, berbagai kerajinan dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan tradisional yang memiliki makna budaya bagi masyarakat Papua. Selain itu, persiapan stand pameran juga dilakukan secara maksimal dengan mulai menata dekorasi sejak sehari sebelum acara berlangsung.

“Kami mempersiapkan semuanya dengan baik, mulai dari pembuatan kerajinan hingga dekorasi stand agar pengunjung dapat melihat dan mengenal budaya Papua lebih dekat,” ujarnya, Selasa (24/6/2026).

Berbagai produk budaya yang dipamerkan mencakup aksesoris tradisional dari kepala hingga kaki. Produk tersebut antara lain mahkota, tameng dada, tameng kaki, ikat kaki, serta ikat tangan yang dibuat dengan sentuhan seni khas Papua.

Untuk ikat kepala, para pelajar memanfaatkan bahan kulit hewan laut yang dikenal masyarakat Papua sebagai bia-bia. Bahan tersebut dipadukan dengan ukiran tangan dan bulu sintetis yang menyerupai bulu hewan, sehingga menghasilkan karya yang unik dan sarat nilai budaya.

Max menjelaskan bahwa motivasi utama mereka dalam membuat berbagai kreasi budaya tersebut adalah keinginan untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur Papua agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Ia berharap budaya Papua dapat terus dikenal, dipelajari, dan dinikmati oleh generasi mendatang sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Papua.

Melalui Festival Cahaya Kreasi Pelajar dan Kebudayaan Papua Tengah 2026, para pelajar tidak hanya menampilkan hasil karya seni, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian budaya daerah.

Di akhir penyampaiannya, Max mengajak generasi muda Papua untuk terus melanjutkan upaya pelestarian budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur agar tetap terjaga dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.