INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pelajar Papua Tengah Tuntut Pendidikan Gratis, Tolak Program MBG

Pelajar Papua Tengah Tuntut Pendidikan Gratis, Tolak Program MBG

Nabire, Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) wilayah Nabire tiba di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Selasa (15/9/2026), setelah melakukan longmarch dengan pengawalan aparat keamanan.

Kedatangan para pelajar tersebut bukan sekadar menyampaikan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka membawa aspirasi yang lebih mendasar, yakni meminta pemerintah menggratiskan pendidikan bagi seluruh pelajar di Papua Tengah.

Aspirasi itu disampaikan secara langsung di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida, yang menerima dan mendengarkan tuntutan para pelajar.

Para pelajar yang hadir menyampaikan aspirasi dari delapan kabupaten di Papua Tengah. Mereka meminta agar biaya pendidikan tidak lagi menjadi beban bagi orang tua yang dinilai masih kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya.

“Sekolah digratiskan di Papua Tengah karena orang tua kami tidak mampu membayar, dan MBG ditarik kembali,” ujar salah satu pelajar dalam penyampaian aspirasinya.

Penolakan terhadap MBG juga disampaikan dengan alasan bahwa para pelajar menilai kebutuhan pendidikan jauh lebih mendesak untuk diperhatikan pemerintah.

“Kita makan makanan dari luar sama saja tidak menghargai orang tua kita,” ujar pelajar tersebut.

Pelajar Soroti Beban Biaya Pendidikan

Bagi para pelajar, persoalan MBG bukan berdiri sendiri. Di balik penolakan program tersebut terdapat harapan agar pemerintah lebih dahulu memastikan pendidikan dapat diakses tanpa membebani keluarga.

Suara yang disampaikan di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah itu memperlihatkan persoalan yang lebih besar. Ketika makanan gratis dipersoalkan, aspirasi yang juga mengemuka adalah kebutuhan akan pendidikan gratis yang dinilai lebih mendesak bagi keluarga pelajar.

Para pelajar berharap pemerintah tidak hanya melihat aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap sebuah program nasional, tetapi juga mendengar keresahan orang tua yang selama ini harus berjuang memenuhi biaya pendidikan anak-anak mereka.

Aksi SPWP tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk menyampaikan harapan agar pemerintah Papua Tengah memberikan perhatian lebih besar terhadap akses dan biaya pendidikan di wilayah tersebut.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.