Pedagang Asli Papua Di Pasar Bumi Raya Minta Pemerintah Sediakan Lapak Yang Layak Bagi Mereka
Pasar merupakan pusat perekonomian rakyat, namun dengan kondisi pasar yang kurang layak, kenyamanan penjual dan pengunjung Pasar akan berkurang, selain faktor harga.
Seperti dijumpai di Pasar SP 1 Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, kabupaten Nabire. Meneropong kondisi pasar tersebut, Pasar yang lokasinya masih rancu di kalangan warga setempat karena sering disebut Pasar Bumi Raya (SP1) namun ada juga yang menyebut Pasar Kalisemen (SP2), karena batas wilayah kedua kampung yang belum jelas bagi warganya, agak kurang layak bagi penjual/pedagang pasar khusus mama-mama asli Papua.
Kondisi serupa sebenarnya bukan hanya dijumpai di Pasar Bumi Raya saja, tapi mayoritas di pasar-pasar lainnya di Nabire, dimana para pedagang/penjual asli Papua menghuni lapak atau tempat berjualan yang kurang atau bahkan tidak layak, bahkan hingga di pinggiran jalan raya.
Luberan lapak Pedagang asli Papua di pasar Bumi Raya tersebut membuat kondisi pasar menjadi agak semrawut, namun mereka tak bisa disalahkan karena memang kondisi lapak tempat mereka bejualan kurang layak.

Salah seorang pedagang di Pasar Bumi Raya, Mama Boma, meminta agar pemerintah kabupaten bisa melihat kondisi para pedagang asal Papua di Nabire yang kurang mendapat perhatian serius.
Menurutnya, selaku tuan tanah di negeri sendiri, seharusnya pedagang asli Papua yang perlu diperhatikan dan diprioritaskan, tapi faktanya hingga saat ini hal tersebut belum terlihat nyata bagi mama-mama para pedagang asli Papua di Nabire maupun di tempat lainnya di Papua.
Oleh karena itu, Mama Boma berharap kepada pemerintah kabupaten Nabire maupun pemerintah provinsi Papua bisa membuat tempat berjualan yang layak bagi pedagang asli Papua di luar kota Nabire seperti di Distrik Nabire Barat, serta melihat kesusahan para pedagang asli Papua seperti dirinya.
[Nabire.Net]



Leave a Reply