INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pangkoops TNI Pimpin Langsung Evakuasi 3 Korban Pembunuhan di Yahukimo, Sempat Kontak Tembak

Pangkoops TNI Pimpin Langsung Evakuasi 3 Korban Pembunuhan di Yahukimo, Sempat Kontak Tembak

(Pangkoops TNI Pimpin Langsung Evakuasi 3 Korban Pembunuhan di Yahukimo, Sempat Kontak Tembak)
(Pangkoops TNI Pimpin Langsung Evakuasi 3 Korban Pembunuhan di Yahukimo, Sempat Kontak Tembak)

Mimika, 24 Juli 2026 – Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga, memimpin langsung operasi pencarian dan evakuasi tiga warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Misi kemanusiaan tersebut berlangsung di wilayah dengan medan yang sulit dijangkau dan sempat diwarnai kontak senjata dengan kelompok bersenjata.

Operasi evakuasi dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) dengan melibatkan personel Satgas Habema. Lokasi penemuan korban berada sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo, sehingga tim harus melewati jalur pegunungan yang terjal dan penuh tantangan sebelum akhirnya berhasil mencapai titik lokasi.

Jejak Darah Jadi Petunjuk Awal

Dalam konferensi pers di Timika, Kamis (23/7/2026), Mayjen TNI Yudha Airlangga menjelaskan bahwa dirinya memimpin langsung operasi tersebut guna memastikan seluruh proses pencarian hingga evakuasi dapat berlangsung secara maksimal.

Menurutnya, tim terlebih dahulu menemukan jejak darah yang kemudian menjadi petunjuk penting untuk menelusuri lokasi para korban.

“Kami menemukan jejak darah terlebih dahulu, kemudian melakukan penelusuran hingga menemukan para korban,” ujar Mayjen TNI Yudha Airlangga.

Setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, personel akhirnya menemukan tiga korban yang diduga menjadi sasaran pembunuhan.

Dua Korban Merupakan Pasangan Suami Istri

Dari hasil identifikasi awal, dua korban diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe.

Sementara itu, satu korban lainnya merupakan seorang perempuan yang berasal dari Suku Unaukam. Hingga kini identitas korban tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh aparat bersama pihak terkait.

Seluruh jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum sebelum nantinya diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Proses evakuasi tersebut juga dipantau langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Operasi Sempat Diwarnai Kontak Tembak

Di tengah pelaksanaan evakuasi, situasi keamanan sempat memanas ketika personel TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok yang disebut TNI sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.20 hingga 11.40 WIT. Meski menghadapi gangguan keamanan, aparat tetap melanjutkan misi hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.

“Mereka sudah menunggu kedatangan kami. Namun situasi dapat kami antisipasi sehingga proses evakuasi tetap berhasil dilaksanakan,” kata Yudha.

Keberhasilan operasi ini dinilai sebagai hasil koordinasi yang baik antara personel di lapangan dalam menghadapi tantangan geografis maupun ancaman keamanan.

Kondisi Korban Sangat Memprihatinkan

Mayjen TNI Yudha Airlangga mengungkapkan bahwa kondisi para korban saat ditemukan sangat memprihatinkan.

“Jenazah ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan beratnya situasi yang dihadapi tim evakuasi ketika menemukan para korban di lokasi kejadian.

Bantah Klaim Korban Adalah Intelijen TNI

Dalam kesempatan yang sama, Pangkoops TNI Habema juga menanggapi klaim kelompok OPM yang menyebut para korban merupakan bagian dari jaringan intelijen TNI.

Yudha menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan hasil pendataan yang dimiliki aparat, ketiga korban merupakan warga sipil dan bukan anggota maupun unsur intelijen TNI.

“Keselamatan dan keamanan masyarakat Papua tetap menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan komitmen TNI untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang terdampak situasi keamanan di Papua Pegunungan.

Medan Berat Jadi Tantangan Evakuasi

Wilayah Distrik Seradala dikenal memiliki kondisi geografis yang sulit dijangkau. Akses menuju lokasi sebagian besar hanya dapat ditempuh melalui jalur pegunungan dengan waktu perjalanan yang cukup panjang.

Kondisi tersebut membuat proses pencarian korban memerlukan perencanaan yang matang serta kesiapan personel dalam menghadapi berbagai hambatan di lapangan. Selain faktor medan, potensi gangguan keamanan juga menjadi tantangan tersendiri selama operasi berlangsung.

Pengamanan Masih Diperketat

Hingga Kamis (23/7/2026), aparat TNI menyatakan proses identifikasi terhadap korban perempuan yang belum diketahui identitasnya masih terus dilakukan.

Selain itu, pengamanan di sekitar Distrik Seradala juga diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan dari kelompok bersenjata selama proses penyelidikan dan pencarian lanjutan berlangsung.

Pihak TNI memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait agar proses identifikasi korban dapat segera diselesaikan dan situasi keamanan di wilayah Yahukimo tetap terkendali.

[Nabire.Net/Yosef Doo]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.