Oknum anggota Korps Bhayangkari Brimob asal Mabes Brimob Kelapa Dua Jakarta yang di-BKO di Polres Jayawijaya untuk pengamanan Pemilukada Jayawijaya 2013 memukul belasan pemuda hingga babak belur.
Insiden itu terjadi pada Kamis (10/10), sekitar pukul 21.00 WIT. Mereka dipukul dan ditendang , bahkan dengan mengunakan popor senjata. Sumber media ini menyebutkan, kejadian bermula dari pertandingan persahabatan Futsal tim bank Papua cabang Wamena melawan pemuda Padang yang terdapat oknum Brimob Kelapa Dua, di lapangan futtsal Akuen, jalan Trikora. Sebenarnya masalah sepele, dimana terjadi benturan hingga adu mulut kedua tim. Karena tidak terima, seorang oknum Brimob melaporkan kepada teman-temannya di penampungan bekas lokasi bank Papua. Beberapa menit kemudian, sekelompok aparat bersenjata lengkap datang menyerang.
Mereka yang babak belur adalah mantan kiper Persiwa Tomi Motte. Ia mengalami luka memar dan sobek pada bibir atas dan bawah mulutnya. Selain itu, Gerson Wetapo mengalami luka robek di kepala bagian belakang karena dihantam popor senjata. Korban lainnya adalah Ronni Antaribab, Decky Rumbiak, Asrayanto, Yasri dan Roberto Rumbewas.
“Saat itu saya dengan adik-adik tim kami lagi di atas lantai 2 lapangan Futtsal sambil minum minuman dingin dan sempat menyaksikan keribuatan itu dan keributanitu sudah selesai. Tetapi kok tiba-tiba datang sekelompok anggota Brimob yang berjumlah sekitar 20 orang. Mereka langsung menendang, memukul para pemain karyawan bank papua. Kami hendak melerai tetapi kok malah adik-adik saya juga diserang dan dipukul,” kata seorang saksi, Yance Tenouye.
Menurut Yance, yang juga anggota Komisi A DPRD Jayawijaya itu, tindakan oknum Brimob sangat tidak profesional, tidak proposional, tanpa melihat atau mencari tahu duduk masalahnya.
“Benturan kedua pemain itu hal yang wajar, tetapi ditanggapi Brimob secara berlebihan dan tidak manusiawi,” katanya.
Karena itu, Yance mendesak agar oknum anggota Brimob dikenakan sanksi dan dipecat, sebab, sikap mereka tidak mencerminkan tindakan polisi yang melindungi dan mengayomi masyarakat. Ia juga meminta agar mereka segera ditarik ke satuan asalnya.
Kapolres Jayawijaya AKBP Jhonny Edizon Isir, SIK.MTCP saat dikonfirmasikan membenarkan insiden ini. “Kami sudah coba mengidentifiasi masalah ini dan sudah menyerahkan oknum anggota Brimob yang melakukan tindakan penganiayaan kepada warga ke pimpinan satuan mereka untuk ditindak dan diproses sesuai aturan displin yang berlaku di institusi Polri,” katanya.
Mengenai desakan warga agar, anggota Brimob BKO ini di tarik kembali maupun di pecat atau diproses karena tindakan indisipliner, pihaknya akan mengkaji secara mendalam.
“Kita tetap dorong untuk di proses secara diplin tetapi mari kita kita sama-sama melihat masalah ini secara profesional dan proposional,” katanya.
Namanya juga POLISI :
Pukul/ancaman/tindakan/penindasan/pembasmian
Orang/obyek/sasaran/dll
lalu/kemudian
interviw/pemeriksaan utk mendapat informasi
sampai/akhirnya pelaku menyerah
inshaf/sadar/tdk akan melakukan lagi kesalahan.
Polisi kita katanya mengayomi rakyat,saya kira di ganti istilah ini dgn menakuti rakyat.
samuel wamaer
Namanya juga POLISI :
Pukul/ancaman/tindakan/penindasan/pembasmian
Orang/obyek/sasaran/dll
lalu/kemudian
interviw/pemeriksaan utk mendapat informasi
sampai/akhirnya pelaku menyerah
inshaf/sadar/tdk akan melakukan lagi kesalahan.
Polisi kita katanya mengayomi rakyat,saya kira di ganti istilah ini dgn menakuti rakyat.