“Natal Adalah Momentum Untuk Tampil Dalam Genggaman Kasih Sayang”

Paniai – Kini kumengucapkan syukur kepada sang pencipta bulan Desember adalah bulan yang istimewa bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Desember juga merupakan bulan terakhir dalam kalender masehi. Artinya, sebagian besar umat di bumi ini akan menutup tahun dengan berbagai kisah perjalanan dan evaluasi.
Sungguh indah melihat Papua dengan perhiasan beragam agama. Natal adalah momentum bagi umat kristiani untuk tampil dalam genggaman kasih sayang. Lahirnya kristus agung menjadikan para domba yang tersesat mampu kembali dengan selamat.
Hari Raya Natal memberikan arti tentang cobaan hidup dan ujian yang harus mampu dilalui dengan sikap sabar. Siapa sangka, bayi pilihan tuhan tidak lahir dalam istana, tidak tidur dalam balutan matras, dan tidak duduk dalam sandanan sofa.
Bayi Yesus itu tertidur dengan nyaman dalam hangatnya pelukan sang ibu saat itu dalam kandang hewan ternak atau dikenal dengan bettlehem. Ini sebagai contoh Tuhan kepada umat manusia bahwa sesuatu yang besar di mata manusia belum tentu besar di kasih Tuhan
Kasih sayang Tuhan terlihat bagi setiap umat beragama. Kasih sayang itu timbul dengan balutan hari raya serta toleransi beragama mengingatkan penulis akan sebuah peribahasa yang sudah lama ada. memiliki arti yang baik dibalas dengan kebaikan, yang jelek dibalas dengan kebaikan. Sebuah peribahasa yang singkat, padat dan jelas yang mengingatkan kita agar selalu berbuat baik dalam keadaan apapun, untuk selalu mengasihi orang lain tanpa pandang bulu.
*Penulis : Marselus Muyapa
[Nabire.Net/Demianus.Bunai]
Tinggalkan Komentar