Musyawarah Pastoral Mee VI Sebagai Refleksi Dari Gerakan Tungku Api

Deiyai – Musyawarah Pastoral Mee VI, sukses digelar di Paroki K3 Damabagata Dekenat Tigi dan Deiyai Keuskupan Timika, kabupaten Deiyai Papua. Musyawarah sendiri resmi ditutup pada hari minggu (23/02).
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali ini, dibuka dan ditutup oleh Administrator Diosesan Keuskupan Timika, Pastor Marthen E. Kuayo, Pr.
Sementara tema yang diusung pada kegiatan ini yaitu “Aniya Yimu Beu Makida Koda Yokomei” (Kembali ke Tanah Kudusku”, dan sub tema “Aniya Maki Doutou Ma Ekowai Ma Utoma Obo Tobo Tidoke” atau Aku Melindungi & Mengolah Tanah Secara Utuh”.
Tema yang diangkat ini merupakan refleksi dari Gerakan Tungku Api yang dicanangkan oleh almarhum Mgr. John Philip Saklil, yang saat itu menjabat sebagai Uskup Papua, dengan tujuan agar warga di wilayah Meepago bisa menjaga tanahnya sebagai sumber kehidupan masyarakat.
bertumpu pada usaha perlindungan dan pengelolaan sumber hidup masyarakat asli yakni hutan, tanah, air, budaya, dan kekayaan alam lainnya.
Musyawarah yang berlangsung dari tanggal 18 Februari tersebut, ditutup dengan penyerahan enam rekomendasi tentang perlindungan tanah di wilayah Meepago kepada pemerintah daerah di wilayah Meepago.
[Nabire.Net/Demianus Bunai]
Tinggalkan Komentar