Mitigasi Dampak COVID-19 Terhadap Pendidikan Anak di Nabire Melalui siaP kembalI belaJAR (PIJAR)

Nabire, Sehubungan dengan akan dilaksanakannya kembali Program siaP kembalI belaJAR (PIJAR) yang akan dilaksanakan oleh Noken Papua yang didanai oleh UNICEF, maka telah dilaksanakan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor untuk memetakan akses rujukan terpadu perlindungan anak.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu pagi (10/11), bertempat di Aula BAPPEDA, Jalan Merdeka, Nabire dan dibuka oleh Kepala BAPPEDA Nabire diwakili Sekretaris BAPPEDA Nabire, Yunus L. Erari, S.IP.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah instansi terkait, Polres Nabire, sejumlah Tokoh Agama, LSM, DPRD Nabire dan tamu undangan lainnya sebanyak 30 orang.
Pertemuan ini dilatarbelakangi bahwa selama ini, kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara daring, dirasa belum optimal bagi anak baik secara fisik maupun mental.
Selain itu, pembelajaran secara daring juga berdampak pada cara belajar anak, masalah psikologis, dan masalah sosial lainnya yang berdampak pada buruknya kesehatan mental dari sang anak.
Oleh karena itu, maksud dan tujuan dilaksanakannya Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor ini, untuk mengusulkan program dari Yayasan Noken Papua dengan maksud mempersiapkan setiap sekolah yang ada di Nabire untuk mendukung pendidikan anak dengan intervensi terpadu WASH atau Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) atau air, sanitasi, dan kebersihan.
Yayasan Noken Papua juga akan bekerjasama dengan organisasi lain termasuk Departemen Pendidikan, Depatermen Kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, yang bekerja untuk kesejahteraan anak-anak Papua.
Yayasan Noken Papua akan berkoordinasi pada 3 batu 1 tungku yaitu pemerintah, adat dan agama. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Yayasan Noken Papua akan memetakan akses rujukan terpadu perlindungan anak dengan tujuan mengetahui tugas dan fungsi yang telah dilakukan oleh OPD teknis maupun organisasi lainnya terkait akses layanan rujukan kesehatan mental, perlindungan anak dan psikosial di kabupaten Nabire.
Disamping itu, tujuan lainnya adalah untuk mengetahui sistem rujukan yang telah dibentuk sesuai SOP masing-masing OPD maupun organisasi lainnya terkait kesehatan mental, perlindungan anak terpadu dan layanan psikososial di kabupaten Nabire.
Yayasan Noken Papua berharap melalui kegiatan ini, OPD teknis dapat memahami tugas dan fungsinya terkait akses rujukan kesehatan mental, perlindungan anak terpadu, dan layanan psikososial di kabupaten Nabire. Disamping itu juga untuk menyamakan persepsi terkait alur rujukan dan dapat diakses oleh semua pihak.
Terakhir, Yayasan Noken Papua berharap dapat dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) perlindungan anak.

Dalam kegiatan ini, sejumlah materi disampaikan oleh nara sumber yaitu penjelasan singkat terkait kegiatan PIJAR di Nabire oleh Koordinator Program siaP kembalI belaJAR (PIJAR) Nabire, Krisna Tohariadi.
Acara juga diisi dan masukan terkait rujukan terpadu perlindungan anak dengan nara sumber Kondo Korani, S.SI, M.Si, dari BAPPEDA Nabire, dan terkahir acara diisi dengan pengisian format kegiatan terkait rujukan terpadu perlindungan anak yang dipandu oleh Yayasan Noken Papua.
[Nabire.Net]


Leave a Reply