Menjelang Natal 2025, Ketua Dewan Adat Mee Dogiyai Terima Bantuan Renovasi Rumah dari Pemerintah Pusat
Nabire, 21 Desember 2025 – Menjelang perayaan Natal 2025, Ketua Dewan Adat Mee Kabupaten Dogiyai, Germanus Goo, menerima bantuan material renovasi rumah dari Pemerintah Pusat. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Minggu, 21 Desember 2025, sekitar pukul 11.15 WIT, bertempat di Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Pusat terhadap tokoh adat di wilayah Papua Tengah, sekaligus bagian dari upaya membangun dukungan terhadap program-program nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Germanus Goo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Pemerintah Pusat atas perhatian yang diberikan kepadanya selaku Ketua Dewan Adat Mee di Kabupaten Dogiyai. Ia menilai bantuan ini sebagai wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat adat Papua.
Adapun bantuan yang diterima berupa berbagai material bangunan untuk renovasi rumah, antara lain semen, pasir, kayu balok, tripleks, cat, tandon air, serta perlengkapan bangunan lainnya yang menunjang proses perbaikan hunian.
Germanus Goo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program Pemerintah Pusat, khususnya di wilayah Papua. Menurutnya, dukungan bersama sangat penting guna mewujudkan pemerataan pembangunan serta kesetaraan kehidupan masyarakat Papua dengan daerah lain di Indonesia secara berkelanjutan.
Berikut daftar bantuan material renovasi rumah yang diserahkan:
-
Kayu 5×5 (1 kubik)
-
Semen (25 sak)
-
Tripleks 3 mm (20 lembar)
-
Tandon air 700 liter (1 buah)
-
Pipa 3 inci (2 batang)
-
Elbow 3 inci (4 buah)
-
Closet (1 buah)
-
Aries PL SUS (2 buah)
-
Cat Avitex kaleng kecil (10 buah)
-
Aries Gold (2 buah)
-
Paku 7 cm (6 kg)
-
Paku tripleks 2 cm (1 kg)
-
Kuas rol (2 buah)
-
Kuas 3 inci (2 buah)
-
Engsel jendela (4 buah)
-
Engsel pintu (3 buah)
-
Kunci pintu (1 buah)
-
Grendel pintu (4 buah)
-
Grendel jendela (4 buah)
-
Hak angin (2 buah)
-
Ongkos tukang
-
Pasir cor dan pasir plester
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara tokoh adat dan pemerintah terus terjalin dengan baik demi menciptakan situasi yang aman, kondusif, serta mendukung percepatan pembangunan di Papua Tengah.
[Nabire.Net]


Leave a Reply